Hidup Komunitas adalah Perutusan

  1. Dalam dunia globalisasi ini, dengan media komunikasi canggih yang sangat bermanfaat dan dengan perubahan tehnologi yang super cepat, telah terbentuk ancaman yang serius terhadap kebersamaan masyarakat, yaitu makin terbentuknya masyarakat yang individualistis dan terasing. Kehangatan manusiawi dan relasi-relasi pribadi telah diganti antara lain dengan komputer dan telpon genggam. Dalam sebuah budaya yang tidak manusiawi, komunitas Yesuit yang masuk di dalamnya, bisa merupakan tanda harapan, cara mewartakansebuah jalan manusiawi dan injili, yang menghubungkan dengan Allah, dunia dan orang lain.
  2. Yesuit menaati para pembesar dalam komunitas agar hidup bersama dapat mendukung perutusan secara efektif dan menjadi tanda bahwa dimungkinkan terbentuknya persekutuan manusiawi yang begitu dibutuhkan dunia (KJ 35 D 4, 28).
  3. Komunitas juga merupakan tempat yang istimewa untuk melaksanakan penegasan apostolis, baik lewat penegasan bersama yang terstruktur secara formal maupun lewat pembicaraan informal yang bertujuan demi lebih efektifnya pelaksanaan perutusan. Penegasan semacam itu akan membantu Yesuit, bukan hanya untuk menerima perutusan masing-masing, tetapi juga untuk bergembira atas perutusan yang diterima oleh saudara-saudara Yesuit serta mendukungnya.
  4. Dalam persahabatanlah, para Yesuit menemukan jati diri, dan bukan dalam diri perorangan: dalam persahabatan dengan Tuhan yang memanggil dan dalam persahabatan dengan rekan-rekan yang ikut ambil bagian dalam panggilan ini
  5. Tugas perutusan tidaklah terbatas pada karya-karya Yesuit. Relasi pribadi dan bersama dengan Tuhan, relasi satu sama lain sebagai sahabat dalam Tuhan, solidaritas dengan mereka yang miskin dan tersingkir, serta gaya hidup yang bertanggung jawab atas alam ciptaan, itu semua merupakan unsur penting dalam hidup sebagai Yesuit. Semua itu meneguhkan apa yang Yesuit wartakan dan lakukan dalam memenuhi tugas perutusan. Tempat istimewa untuk kesaksian kolektif ini, hidup dalam komunitas. Maka, komunitas Yesuit tidak hanya untuk perutusan: komunitas itu sendiri adalah perutusan.

Doa

Bapa yang Maha Pengasih, Pandanglah dengan kasih mereka yang telah Engkau tempatkan bersama Putra-Mu. Bantulah kami untuk menyadari bahwa kami Yesuit, menemukan jati diri tidak sendirian melainkan dalam kebersamaan; dalam kebersamaan dengan Tuhan yang memanggil. Sembuhkanlah supaya kami sadar bahwa kami Yesuit, tidak ada perutusan dan jati diri tanpa membentuk komunitas-komunitas yang hid up. Tidak ada komunitas dan jati diri tanpa memeluk perutusan Yesus; Dan juga tidak ada komunitas dan perutusan tanpa mengakarkan jati diri kami dalam Yesus dan mereka yang menjadi sahabat-Nya. Bantulah kami juga untuk hidup sebagai sahabat-sahabat-Nya dengan kharisma bapa kami St. Ignasius, yang secara aktif penuh perhatian dan secara tepat tanggap akan kehendak ilahi-Mu; dengan kesiapsediaan dan mobilitas dalam pengabdian kepada umatMu. Amin.
(Peter Pappu SJ)