Sarasehan IHS – Pak Krumun: Kartun yang Berkatekese

Pak-Krumun-1
Kolese St. Ignatius kembali mengadakan sarasehan IHS. Acara berlangsung pada Minggu, 28September 2014 pukul 10.00-13.00 di Ruang Rekreasi Kolsani. Sarasehan kali ini mengangkat tema “Pak Krumun: Kartun yang Berkatekese”. Dalam acara ini, hadir tiga orang pembicara yaitu Sdr. St. Agus Wijayanto (alumnus pascasarjana Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta), Bapak Bambang Shakuntala (seniman sekaligus pencipta tokoh kartun Pak Krumun dalam majalah Utusan) dan Bapak F.X. Tri Mulyono, S.Ag (salah satu dosen di IPPAK – USD). Sebagai moderator yaitu Thomas Surya Awangga, SJ. Sarasehan dihadiri oleh 76 orang dari berbagai kalangan, mulai dari pelanggan majalah Utusan, prodiakon/tim katekese berbagai paroki, mahasiswa, hingga pencinta kartun/komik. Sarasehan diawali dengan pemutaran video “Pak Krumun: Kartun yang Berkatekese” berdurasi 15 menit, yang dirancang khusus oleh Bapak Bambang Shakuntala untuk acara ini. Video tersebut mampu memukau seluruh peserta yang hadir. Sdr. St. Agus Wijayanto melihat Gereja dituntut untuk menggali dan menggunakan daya kreativitas dan imajinasi yang segar dalam membangun komunikasi dengan umat. Gereja diajak menyikapi media dengan realistis dan rasa percaya diri. Media dipandang sebagai penyedia peluang-peluang yang bagus sekali untuk pewartaan Injil. Melalui thesisnya, Sdr. Agus Wijayanto menangkap bahwa kartun “Pak Krumun” yang dihadirkan dalam majalah Utusan merupakan kartun yang “cair”. Kartun yang membuka peluang untuk menyampaikan gagasan bagaimana hidup beriman seluruh umat tidak luput juga para iman, biarawan, teolog dan para aktivis gereja yang secara “apik” disinggung.

Pak-Krumun-2
Sebagai salah satu dosen yang berkecimpung dalam dunia katekese, Bapak F.X. Tri Mulyono menanggapi dengan melihat manusia zaman sekarang hidup di tengah arus perkembangan teknologi komunikasi yang tak terbendung lagi sehingga Gereja dituntut mengikuti perkembangan teknologi komunikasi sebagai sarana bagi karya pewartaan. Media menjadi sarana yang memiliki kekuatan bagi terbangunnya jembatan dialog yang dapat menyentuh hati sekaligus menggerakkan. Diskusi dilanjutkan oleh Bapak Bambang Shakuntala, pencipta tokoh kartu “Pak Krumun”. Beliau melihat kartun Pak Krumun merupakan sebuah ekspresi iman yang melukiskan situasi, gerak batin, keprihatinan dan harapan akan situasi yang konkrit dalam kehidupan nyata sehari-hari perjumpaan dan relasi dengan Allah. Tokoh-tokoh yang ada dalam kartun “Pak Krumun” merupakan representasi beliau atas kehidupan beriman dan menggereja yang dinamis. Seluruh peserta tampak antusias dengan materi yang disampaikan oleh ketiga narasumber. Peserta memberikan berbagai macam tanggapan positif atas ajakan untuk memulai mewartakan iman dari pengalaman sehari-hari yang dimiliki. Juga tanpa ragu menggunakan daya kreativitas dalam melakukannya. Acara diakhiri dengan pembagian doorprize dan makan siang bersama.