Peluncuran Buku Menyusu Celeng Rm. Sindhunata, SJ

Peluncuran Buku Menyusu Celeng Rm. Sindhunata, SJ

Lengji lengbeh, celeng siji celeng kabeh. Lengji lengbeh, celeng siji celeng kabeh. Mangga sesarengan. Lengji lengbeh, celeng siji celeng kabeh. Lengji lengbeh, celeng siji celeng kabeh. Itulah seruan yang diucapkan bersama-sama saat memedi sawah (orang-orangan sawah), yang menggendong celeng dibakar dalam Larungan Celeng. Larungan celeng menjadi ritual yang bertujuan tidak hanya untuk memohon kedamaian bangsa ini dalam menyambut Pemilu 2019, tetapi juga untuk menjauhkan kita dari nafsu kebinatangan, nafsu keserakahan, nafsu kekuasaan. Nafsu-nafsu tak teratur yang memecahbelah persaudaraan dan kedamaian bangsa Indonesia harus dibakar, disingkirkan, dimusnahkan.

Tepat pada hari Sabtu, 30 Maret 2019 buku “Menyusu Celeng” karya Romo GP. Sindhunata, SJ diluncurkan di Bentara Budaya Yogyakarta. Launching buku “Menyusu Celeng” terbitan Kompas Gramedia menjadi sajian penutup pameran seni rupa “Memedi Sawah” karya Hari Budiono yang diselenggarakan pada tanggal 23-30 Maret 2019. Acara launching ini juga dimeriahkan oleh para musisi Yogyakarta, seperti Sri Krishna, Kiki and The Klan. Musik yang disajikan semakin menambah kemeriahan acara tersebut. Sindhunata mengakui bahwa karya lukisan Djoko Pekik “Berburu Celeng”, yang melukiskan keadaan para pemimpin Indonesia pada masa Orde Baru menginsipirasinya untuk menulis.

Apa yang hendak dikatakan Sindhunata lewat “Menyusu Celeng”? Dia menumpahkan buah pikirannya dalam bentuk tulisan untuk mengajak kita semua sadar bahwa celeng ada di mana-mana. Tanpa disadari nafsu kebinatangan celeng dapat menggerogoti dan mengancurkan tatanan hidup berbangsa dan bernegara. Bahkan kalau tidak hati-hati nafsu kebinatangan celeng juga bisa merasuk, merusak dan menghancurkan eksistensi kita. Lewat buku “Menyusu Celeng”, Sindhunata sekali lagi ingin mengajak kita untuk peka dan menaruh perhatian terhadap tanda-tanda zaman. Terima kasih Kompas Gramedia. Profisiat untuk Romo Sindhunata. Lengji lengbeh, celeng siji celeng kabeh. Lengji lengbeh, celeng siji celeng kabeh.

Fransiskus Kristino

1 April 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *