Liburan Komunitas Kolsani

Komunitas Kolsani menjalani liburan komunitas ke Tawangmangu, Jawa Tengah pada akhir Desember 2017 lalu. Sebelum sampai ke Tawangmangu, kami mengunjungi museum manusia purba di Sangiran. Perjalanan dilanjutkan ke Tawangmangu, yakni menuju Rumah Khalwat Santa Maria milik suster-suster SND. Kami menginap di sana selama tiga hari. Malam pertama kami habiskan untuk menikmati barbeque yang dibuat oleh Romo Dirga, SJ sambil bercerita dan menikmati game yang disediakan oleh panitia. Di hari kedua kami mengikuti outbound di Balekambang ditemani oleh Tim Lawu. Kegiatan outbound terdiri dari dinamika kelompok dan paintball. Di saat yang sama, beberapa romo mengunjungi Romo Martin Suhartono di daerah Matesih.

Malam harinya acara semakin gayeng karena panitia menyediakan game kado natal, yakni para romo dan frater dapat memiliki hadiah yang disediakan dengan syarat dapat melempar dadu kembar lalu membuka hadiah dengan sarung tangan. Satu hadiah diperebutkan oleh 5 romo atau frater. Acara malam ditutup dengan menonton film bersama.

Hari terakhir kami berencana untuk mengunjungi Umbul Ponggok di daerah Klaten. Namun karena beberapa sudah lelah, maka tidak semua ikut. Beberapa anggota komunitas memutuskan untuk kembali ke Kolsani. Liburan tahun ini diakhiri dengan menonton El Clasico, yakni pertandingan antara Real Madrid vs Barcelona, dan dimenangkan Barcelona dengan skor 3-0.(wwn)

Perayaan Syukur Hidup sebagai Jesuit: Rm. Bernhard Kieser, SJ dan Rm. A. Bagus Laksana, SJ

Rabu, 20 Desember 2017 yang lalu komunitas Kolsani mengadakan Perayaan Ekaristi syukur untuk memperingati dua anggota komunitas yang merayakan pesta hidup bhakti dalam Serikat Yesus. Mereka adalah Romo Bernhard Kieser, SJ yang merayakan 60 tahun hidup sebagai Jesuit dan Romo Albertus Bagus Laksana SJ yang memperingati 25 tahun hidup men-Jesuit.

Perayaan Ekaristi tersebut dipimpin oleh Rektor Kolsani, yakni Rm. Andreas Sugijopranoto, SJ. Dalam perayaan tersebut turut diundang pula keluarga, rekan kerja, dan kenalan. Ketika menyampaikan homilinya, Romo Kieser meminta kepada Bapak Banawiratma, yang telah lama menjadi sahabat untuk menanam pohon kelengkeng di kompleks Kolsani. Acara diakhiri dengan kegiatan ramah tamah.(wwn)

Syukur atas Gelar Doktor Rektor Kolsani

Komunitas Kolese Santo Ignatius (Kolsani) menerima kabar gembira. Hari Senin, 11 Desember 2017 yang lalu, Rm. Andreas Sugijopranoto, SJ selaku Rektor Kolsani, telah mempertahankan disertasi S3 pada ujian tertutup yang diuji oleh tujuh penguji. Judul disertasinya adalah “Perilaku Deformasi Dinding Tembok pada Bangunan Rumah Sederhana (Non-Engineered Buildings) dengan PP-Band Prategang”. Ujian tertutup berlangsung selama 2,5 jam bersama para penguji, antara lain: Prof. lr. Yoyong Arfiadi, M.Eng., Ph.D, Dr.-Ing. lr. Djoko Sulistyo, Ashar Saputra, S.T., M.T., Ph.D., Dr.-Ing. lr. Andreas Triwiyono, Prof. lr. HRC. Priyosulistyo, M.Sc., Ph.D., lr. Suprapto Siswosukarto, Ph.D., dan Prof. Ir. Joko Sujono, M.Eng., Ph.D. Setelah ujian tertutup tersebut, Rm. Andre dinyatakan lulus dan memperoleh gelar doktor.

Sebagai ungkapan syukur atas gelar doktor yang diperoleh Rm. Andre, komunitas Kolsani mengadakan makan malam bersama pada hari Senin tersebut. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan ucapan terima kasih atas dukungan dari seluruh anggota komunitas. Beliau pun menyatakan bahwa tugas studi yang ia emban pertama-tama adalah wujud ketaatannya pada pembesar Serikat Yesus.

Proficiat Romo Andre, selamat melanjutkan karya yang dipercayakan oleh Serikat. Semoga inspirasi dari Romo Andre yang telah menyelesaikan studinya, dapat menjadi penyemangat bagi anggota komunitas lain yang masih studi. (wwn)

Kunjungan Universitas Jember

Perpustakaan Kolese Santo Ignatius kembali mendapatkan kunjungan dari Universitas Jember, kali ini dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Sejumlah 108 orang mahasiswa dan dosen datang di hari Rabu, 22 November 2017 dan disambut oleh Romo Kieser, SJ (pimpinan Perpustakaan) bersama dengan petugas perpustakaan di dalam Ruang Baca.

Acara yang dimulai pukul 9.00 ini diisi oleh Romo Kieser dengan penjelasan mengenai sejarah perpustakaan, tema buku apa saja yang dikoleksi, seperti apa dan bagaimana sistem penomoran buku yang dibuat di Perpustakaan Kolsani, cara menambah koleksi serta hal-hal praktis seputar pencarian buku dalam komputer dan tata cara peminjaman buku.

Romo Kieser juga berbagi pengalaman mengenai kunjungan beliau di beberapa Perpustakaan di Amerika dan Eropa sebagai gambaran bagi para mahasiswa mengenai bagaimana tiap-tiap perpustakaan memiliki cara pengelolaannya yang berbeda. Dipamerkan pula satu koleksi istimewa yang ada di Perpustakaan Kolsani (Al-qur’an yang ditulis pada daun lontar) serta jurnal lawas koleksi tahun 1938-1941. Kemudian, para mahasiswa diminta untuk mengeksplorasi Perpustakaan sesuai interese masing-masing dan Romo Kieser mengajak dosen dan beberapa mahasiswa melihat gudang buku.

Pukul 11.00, kunjungan diakhiri dengan penutup dari dosen pembimbing, penyerahan kenang-kenangan kepada Perpustakaan Kolsani yang diwakili oleh mbak Apri dan Pak Hari serta foto bersama. ‘Semoga kalian berkunjung bukan hanya sekali ini’ pesan Romo Kieser. (Ly)

Pertemuan Religius Paroki St. Antonius Kotabaru

Pada hari Minggu, 5 November 2017, pkl. 19.00-21.00, empat frater Kolsani mengikuti pertemuan para religius yang ada di Paroki St. Antonius Kotabaru, Yogyakarta. Kegiatan yang diadakan di Aula SMA Stece ini diikuti oleh para bruder CSA, para bruder MTB, para suster CB, dan para frater Jesuit. Rm. Macarius Maharsono Probho, SJ, selaku Pastor Kepala Paroki Kotabaru menyampaikan bahwa tujuan pertemuan ini adalah untuk membangun persaudaraan dengan saling mengenal sesama religius yang ada di paroki Kotabaru.

Selain perkenalan, pertemuan ini juga diisi dengan sharing pengalaman pelayanan di Paroki Kotabaru dari perwakilan peserta yang hadir. Dari sharing pengalaman tersebut, Rm. Mahar, SJ mengucapkan terima kasih atas pelayanan dan keterlibatan para religius di tengah umat Kotabaru. Beliau pun menegaskan bahwa para religius sudah mendapat izin umum dari paroki untuk memberikan pelayanan kepada umat di Paroki Kotabaru sejauh bisa disesuaikan dengan dinamika masing-masing komunitas religius. Rm. Mahar, SJ juga berharap kepada para religius untuk membuat gerakan yang bisa menumbuhkan benih-benih panggilan hidup bakti di paroki Kotabaru.

Acara ini ditutup dengan makan malam bersama yang diiringi dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh para bruder novis CSA.(win)