Rekoleksi Provindo

Senin, 31 Maret 2014, pukul 09.00-13.00, komunitas Yesuit di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya mengadakan rekoleksi yang bertempat di Universitas Sanata Dharma. Acara diawali dengan ibadat bersama, yang kemudian dilanjutkan sharing dan diskusi kelompok, lalu ditutup dengan perayaan Ekaristi serta makan siang. Berikut adalah beberapa gambaran dari acara tersebut.

photo photo-1
photo-2 photo-3
photo-4

Doa kepada Kristus, Teladan Kita

doa-kepada-kristus
Tuhan, dalam merenungkan “cara kami bertindak”, saya menemukan, bahwa cara berbuat yang kami cita-citakan itu sebetulnya cara Engkau berbuat. Untuk itu saya mengangkat “mata tertuju kepada-Mu” (Ibr 12:2); mata iman melihat wajah-Mu, seperti nampak di dalam Injil. Aku ini salah satu dari mereka, yang oleh St. Petrus dikatakan: Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu bergembira karena sukacita mulia dan tidak terkatakan, karena kamu percaya” (1Ptr 1:8).

Tuhan, Engkau sendiri bersabda, “Aku telah memberi teladan kepada kamu” (Yoh 13:15). Saya ingin mengikuti Dikau dalam cara itu, agar saya dapat berkata kepada orang lain, “Jadilah pengikutku, sama seperti aku menjadi pengikut Kristus” (1Kor 11:1). Meskipun saya tidak dapat mengartikan itu secara harafiah seperti St. Yohanes, namun saya ingin mendapatkan kemampuan untuk menyatakan, – sekurang-kurangnya lewat iman dan kebijaksanaan yang Engkau berikan kepadaku-, apa yang telah saya dengar, apa yang telah saya lihat dengan mata, apa yang telah saya saksikan dan saya raba dengan tangan, mengenai Firman hidup. Hidup telah dinyatakan dan saya telah melihatnya dan memberikan kesaksian. (1Yoh 1-2; Bdk. Yoh 20:25-27; 1-14; 15:27’ Luk 24:39). Meskipun tidak dengan mata jasmani, namun pasti dengan mata iman.

Teristimewa berikanlah kepadaku sensus Christi (perasaan Kristus) (1Kor 2:16) yang dinyatakan oleh Paulus: agar saya dapat merasa dengan rasa-Mu, dengan perasaan hati-Mu, yang pada dasarnya adalah cinta kepada Bapa-Mu (Yoh 14:31) dan cinta kepada umat manusia. (Yoh 13:1) Tidak ada orang membuktikan cinta lebih dari Engkau, karena Engkau memberikan hidup untuk sahabat-sahabat-Mu (Yoh 15:13) dengan kenosis – pengosongan diri (Flp 2:7), seperti disebutkan St. Paulus. Saya ingin meneladan Engaku, tidak hanya dalam rasa, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, sedapat mungkin berbuat seperti Engkau.

Ajarilah aku cara-Mu bergaul dengan murid-murid, dengan pendosa, anak-anak (Luk 17:16), orang Parisi, Pilatus dan Herodes; juga dengan Yohanes Pembaptis sebelum dilahirkan (Luk 1: 41-45) dan kemudian di tepi sungai Yordan (Mat 3:17). Ajarilah aku bagaimana Engkau bergaul dengan murid-Mu, khususnya dengan yang paling dekat: dengan Petrus (Mat 10:2-12; Mat 3:16); dengan si pengkhianat Yudas (Yoh 13:26; Luk 22:28). Alangkah lembutnya perhatian-Mu terhadap mereka itu di tepi danau Tiberias, sampai-sampai menyiapkan santap pagi bagi mereka! Engkau membasuh kaki mereka!

Saya ingin belajar dari pada-Mu dan dari cara-cara-Mu, seperti St. Ignasius: bagaimana Engkau makan dan minum (Mrk 2:16, 3:20); bagaimana menghadiri pesta (Mat 9:19; Yoh 2:1; 12:2; Luk 7:16); bagaimana bertindak, kalau lapar dan haus (Mat 4:2, Yoh 4:7; 19:28-30); kalau letih karena pelayanan (Yoh 4:6); kalau kurang istirahat dan kurang tidur. (Mrk 4:38)

Ajarlah aku untuk menaruh belas kasih kepada orang yang menderita (Mat 9:36; 14:14; 15:32; 20:34; Luk 7:13), yang miskin, yang buta, yang lumpuh, yang sakit kusta; tunjukkanlah kepadaku, bagaimana Engkau memperlihatkan perasaan-Mu yang paling dalam, seperti ketika Engkau melelehkan air mata (bdk. Mat 9:36; 14:14; 15:32; 20:34; Luk 7:13; 19:41; Yoh 11:33-38); atau sewaktu Engkau merasa sedih dan takut sampai berpeluh darah dan membutuhkan malaikat yang datang menghibur (Mat 26: 37-39). Terutama saya ingin belajar, bagaimana Engkau menanggung puncak sengsara di kayu salib, sampai ditinggalkan oleh Bapa-Mu (Mat 27:4-6).

Kemanusiaan-Mu nampak dari Injil, yang menampilkan Engaku sebagai manusia luhur, ramah, teladan mulia, penuh keimbangan antara hidup dan ajaran-Mu. Bahkan musuh-musuh-Mu mengakui: “Guru, kami tahu, bahwa Engkau orang jujur, dan dengan jujur mengajar jalan Allah, serta Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka” (Mat 22:15). Injil menunjukkan sikap-Mu kesatria, tegas terhadap diri-Mu dalam menanggung kekurangan dan pekerjaan berat (Mat 8:20), tetapi untuk orang lain penuh kelembutan, ingin selalu mau melayani (Mat 20:28; Bdk. Flp 2:7).

Memang benar Engkau keras terhadap orang yang tidak beritikad baik, tetapi kebaikan-Mu menarik ribuan orang: yang sakit dan yang lemah, secara naluri merasa bahwa Engkau tentu akan memperhatikan mereka (Mat 9:36). Demikian Engkau mempesona orang banyak, hingga mereka lupa makan (Mat 3:20); dengan pengertian akan kehidupan sehari-hari, Engkau dapat menceritakan perumpamaan , yang dimengerti oleh setiap orang, perumpamaan jelas lebih indah. Persahabatan-Mu itu untuk semua (Yoh 15:13), tetapi Engkau menunjukkan kasih istimewa kepada beberapa, seperti Yohanes (Yoh 13:23; 19:25), dan persahabatan khusus dengan beberapa, seperti Lazarus, Marta dan Maria (Yoh 11:36). Tunjukkan kepadaku bagaimana Engkau menyatakan rasa gembira pada pertemuan pesta, seperti misalnya di Kana. Engkau selalu erat berhubungan dengan Bapa dalam doa, dan doa pribadi-Mu kerap kali berlangsung sepanjang malam dan itu niscaya sumber keagungan-Mu, penuh sinar mulia yang dirasakan oleh semua orang di waktu itu (Mrk 1:35; Bdk. Mat 14:23; 26:36; Luk 5:16; 6:12; 9:18; 11:1). Kehadiran-Mu menimbulkan rasa hormat, takut, gentar, kagum, dan kadang-kadang bahkan ketakutan mendalam pada bermacam-macam orang atau kelompok.

Ajarlah aku cara melihat orang, seperti Engkau memandang Petrus sesudah ia menyangkal-Mu (Luk 22:61), seperti Engkau menembus hati si pemuda kaya (Mrk 10:21) dan hati para murid-Mu (Mrk 10:23; 3:34; 5:31-32).

Saya ingin bertemu dengan Dikau, seperti apa sesungguhnya, sebab gambaran-Mu mengubah mereka, yang Engkau dekati. Ingatlah akan perjumpaan Yohanes Pembaptis yang pertama dengan Dikau (Mat 3:14); perasaan si perwira yang tidak pantas (Mat 8:8) dan kekaguman semua orang yang melihat mujizat-Mu dan tanda heran lainnya (Mat 8:27; 9:33; Mrk 5:15; 7:37). Engkau memberi kesan mendalam kepada murid (Luk 4:36; 5:26; Mrk 13:54), kelompok orang yang datang di taman Jaitun (Yoh 18:6), Pilatus (Yoh 19:8) dan isterinya (Mat 27:19) serta perwira di kaki salib. Petrus yang sangat terkesan oleh mujizat penangkapan ikan, juga merasa sekali jauhnya jarak antara dirinya seorang pendosa dengan Dikau. Ia dan para rasul lainnya dikuasai rasa takut (Luk 5:8-9).

Saya ingin mendengar dan terkesan akan cara-Mu berbicara, dengan mendengarkan misalnya khotbah-Mu dalam synagoga di Kapharnaum (Yoh 6:35-39; Mat 5:2) atau Sabda di bukit, di mana para pendengar-Mu merasa bahwa Engkau ‘mengajar dengan wibawa’ dan tidak seperti para ahli Kitab (Mat 7:29; Luk 4:22).

Dalam kata-kata berahmat yang keluar dari mulut-Mu, jelas nampak kekuasaan Roh Tuhan (Luk 4:22). Tidak ada orang menyangsikan, bahwa keagungan melampaui manusia itu disebabkan oleh ikatan-Mu yang mesra dengan Allah: Kami harus belajar pada-Mu rahasia ikatan mesra dengan Allah, dalam kehidupan biasa, tindakan dan perbuatan sehari-hari dengan keterlibatan total, cinta kepada Bapa dan seluruh umat manusia, kenosis – pengosongan diri sempurna demi pelayanan kepada orang lain, sadar akan kepekaan-Mu sebagai manusia, yang membuat kami dekat dengan Dikau dan akan keagungan ilahi, yang membuat kami merasa jauh dari kemuliaan-Mu yang begitu besar.

Berilah aku rahmat sensus Christi – rasa Kristus – denyutan hati-Mu sendiri, agar aku dapat menghayati seluruh hidupku, lahir maupun batin, bertindak dan mencari dalam Roh-Mu, seperti Engkau lakukan selama hidup-Mu.

Ajarkanlah jalan-Mu, supaya menjadi jalan kami sekarang, agar kami lebih mendekati cita-cita St. Ignasius: menjadi sahabat-sahabat-Mu, pembantu-pembantu dalam karya penebusan, setiap dari kami menjadi Kristus lain – alter Christus.

Aku minta kepada Maria, Bunda-Mu yang amat suci, yang begitu banyak sumbangannya bagi pembentukan-Mu dan cara-Mu bertindak, agar ia membantu aku dan semua putera Serikat untuk menjadi puteranya, seperti Engkau lahir dari dia, dan hidup dengan dia sepanjang hari hidup-Mu. Amin.