Program YSS-PSP

Pada Divisi Anak, kami memberikan pendampingan belajar kepada anak-anak di daerah Pingit, tepatnya mereka yang tinggal di bantaran sungai Winongo. Program pendampingan Divisi Anak diadakan setiap hari Senin dan Kamis pada pukul 19.00-21.00 WIB. Pada hari Sabtu sore pada pukul 16.00 – 18.00 ada pendampingan ketrampilan untuk anak-anak dan ibu-ibu.

Dalam Divisi Orangtua, kami mendampingi para keluarga tunawisma yang berasal dari jalan-jalan di sekitar kota Yogyakarta. Mereka ditampung dan didampingi selama kurang lebih dua tahun dengan harapan agar setelah keluar dari PSP mereka dapat hidup “normal” di masyarakat (tidak lagi berada di jalanan). Secara khusus mereka belajar mengenai manajemen keluarga lewat tabungan wajib, bermasyarakat dengan mengikuti kegiatan kampung (arisan, kerja bakti, ronda malam), dan memberi modal kecil untuk usaha (jualan makanan,dll).

Rapat Kerja Perkampungan Sosial Pingit Semester Genap TA 2014 / 2015

raker-3Sabtu, 28 Februari hingga Minggu, 1 Maret 2015 yang lalu, Perkampungan Sosial Pingit (PSP) mengadakan Rapat Kerja (Raker) untuk Semester Genap TA 2014/2015 di Omah Petruk Kaliurang. Frater-frater pendamping bersama volunteer berkumpul dan berdiskusi dalam kegiatan ini. Jumlah yang hadir total 32 orang. Dalam Raker, ada 4 hal yang ingin dicapai untuk semester ini yaitu Anak Pingit: Jujur, Mandiri, Disiplin, dan Beres (Bersih dan Sehat). Tentu saja ini PR bagi semua yang terlibat dalam PSP. Pendamping dan volunteer bekerjasama mewujudkan tagline tersebut.

Program Perkampungan Sosial Pingit

Divisi Pendidikan Anak

pendampingan-TK-PINGIT-divisi-anakPada Divisi Pendidikan Anak dilakukan pendampingan belajar anak-anak di daerah Pingit, tepatnya mereka yang tinggal di bantaran sungai Winongo.
Program pendampingan Divisi Pendidikan Anak diadakan setiap hari :
– Senin dan Kamis pada pukul 19.00-21.00 WIB.
– Sabtu sore pada pukul 16.00 – 18.00 ada pendampingan ketrampilan untuk anak-anak.

 

Divisi Pengabdian Masyarakat

pertemuan-orang-tua-PINGIT-div-pengembangan

Divisi Pengembangan Masyarakat dilakukan dengan pendampingan warga binaan. Warga binaan adalah keluarga tunawisma yang berasal dari jalan-jalan di sekitar kota Yogyakarta, yang dijumpai ketika mengadakan hunting (mencari dan mengajak bicara para tunawisma untuk diajak tinggal di tempat penampungan PSP).Mereka ditampung dan didampingi selama kurang lebih dua tahun dengan harapan agar setelah keluar dari PSP mereka dapat hidup “normal” di masyarakat (tidak lagi berada di jalanan).

Secara khusus mereka belajar mengenai manajemen keluarga (melalui tabungan wajib, yakni sebesar Rp 1.000,00/hari dan tabungan sukarela) dan sosialisasi dengan masyarakat (melalui pertemuan-pertemuan kampung).