Santapan Batin 112

Di manakah Tuhan? Bagaimana kita bisa mencintai-Nya?Tidaklah cukup dengan mengatakan: “Ya Allah, aku mengasihi Engkau!”Kita mengasihi Tuhan di dunia ini dengan menyerahkan sesuatu, dengan membagikannya.Tentu saja saya bisa menyantap gula saya sendiri,tapi saya juga memberikannya pada sesama.(Teresa Kalkuta)

Santapan Batin 110

Jika engkau tidak takut jatuh sendirian, bagaimana engkau bisa mengira-ira, bagaimana bangkit sendirian? Pertimbangkanlah: sesuatu yang bisa dilakukan secara bersama akan lebih baik jika hanya dilakukan seorang diri. (St. Yohanes Salib)

Santapan Batin 109

Sungguh, Tuhan tidak pernah menciptakan orang jahat. Tuhan hanya menciptakan orang baik, namun tak semua orang baik itu mampu bertahan melawan godaan dunia yang membawanya menjadi orang jahat. Menjadi baik atau jahat, itulah pergumulan iman kita. Kunci surga untuk melawan rasa iri, dengki, dan dendam hanyalah iman, yaitu percaya, mempercayakan, dan berserah pada kehendak, rencana,

Santapan Batin 108

Jika kita tinggal dan diam bersama mereka yang sakit, kita akan merasa, betapa kita harus bersyukur terhadap hidup. bahwa kita boleh hidup saja, itu sudah segala­-galanya. Saat seperti itu juga akan membuat kita tersadar bahwa hidup ini tak bisa kita pastikan se­perti kemauan kita. Dikutip dari Utusan, No. 03 Tahun ke-65, 2015

Santapan Batin 107

Tuhan menciptakan manusia sedemikian rupa sehingga manusia dapat mengasihi dan membenci, menginginkan atau menolak, tertarik oleh sesuatu dan merasa takut dengan yang lain, dipenuhi dengan sukacita, kesedihan atau kemarahan. Dalam lubuk hatinya yang terdalam, manusia selalu mencintai yang baik dan membenci yang jahat – atau apa yang dianggapnya demikian. Dikutip dari Youcat, Yogyakarta, Penerbit Kanisius,