Santapan Batin 106

Kesepian adalah sebuah persoalan yang universal karena dialami oleh hampir semua orang, bahkan semua makhluk. Kesepian memang suatu penderitaan. Namun di balik itu, kesepian adalah rahmat Tuhan yang membuat setiap makhluk berjuang untuk tetap setia pada kodratnya dan dengan nalurinya yang paling halus ketika mengalami masa-masa kesendirian. Dikutip dari Utusan, No. 11 Tahun ke-64, 2014

Santapan Batin 105

Konferensi para binatang membahas manusia modern selalu mengejar dan mengambil apa saja dari mereka. “Mereka mengambil susuku!” kata lembu dan kambing bersamaan. “Mereka mengambil telurku!” kata burung puyuh. “Mereka mengambil daging bahkan tulangku dan dimasakĀ  T. Bone Steak,” kata lembu. “Mereka memburuku, di dasar samudra mengambil minyakku!” kata ikan paus. Dan selanjutnya. Pada akhirnya siput

Santapan Batin 104

Daging rusa buruan telah digoreng untuk santapan raja yang adil dan bijaksana. Namun mereka tak punya garam. Seorang hamba disuruh ke kampung terdekat untuk membeli garam dan baginda berpesan, “Bayarlah garam yang kau peroleh, jangan sampai timbul kebiasaan buruk yang membuat desa bisa runtuh”. “Kerugian apa, Paduka? Kan hanya garam saja, apakah mungkin dapat meruntuhkan

Santapan Batin 103

Daman, 45 tahun, sejak muda suka berkelana dari Banten sampai Banyuwangi agar mendapatkan ilmu kekebalan. Dengan tirakat dan usaha yang sungguh-sungguh dia belajar dari guru yang satu ke guru yang lain. Dia sangat marah kepada gurunya yang terakhir sebab gurunya yang terakhir tidak dapat memberikan tambahan ilmu yang berarti, karena hanya memberi nasihat. “Daman, ilmumu

Santapan Batin 102

Seorang kaya dan terhormat yang sangat membanggakan halaman rumahnya yang berumput indah, sangat kecewa melihat alang-alang tumbh dengan suburnya. Semua usaha telah ditempuh untuk memusnahkan alang-alang itu, namun tetap saja merajalela. Karena putus asa, ia menulis surat kepada ahli pertamanan. Ia menjelaskan secara detil usaha yang telah dilakukan untuk memusnahkan alang-alang tersebut, dan diakhiri dengan

Santapan Batin 101

Kedua binatang, kelinci dan macan, bersahabat di hutan. Sebagai sahabat, mereka biasa bercanda dan tidak jarang pula saling mengejek. Pada suatu saat, ada pemburu akan menangkap mereka. Kelinci merasa kemampuannya tak seberapa untuk bersembunyi di antara semak-semak agar pemburu tidak melihatnya. Sebaliknya, macan yang terlalu yakin akan kemampuannya menghadang pemburu dengan taring dan kuku-kukunya. Terjadilah