Pelantikan Lektor-Akolit dan Hari Orang Tua

DSC_2061

Pada hari Rabu, 22 Februari 2017, Komunitas Kolsani mengadakan Ekaristi Pelantikan Lektor-Akolit bagi dua belas frater di Kapel St. Ignatius. Mereka yang dilantik ialah 5 frater Teologan tahun I (Frs Kristino SJ, Dodo Hinganaday SJ, Benny Wetty SJ, Paul Prabowo SJ, dan Hendrikus Satya SJ), 6 frater Teologan tahun II (Frs Anggun Sugiyono SJ, Angga Indraswara SJ, Riswanto Putra SJ, Wahyu Dwi Anggoro SJ, Winaryanta SJ, dan Melkyor Pando SJ), ditambah frater Hugo Bayu SJ, TOK-er Baturetno. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Socius Provinsial, P.L. Suharjanto SJ, dengan konselebran Rektor Kolsani P. Andreas Sugijopranoto SJ dan Prefek Spiritual Kolsani P. Leo Agung Sardi SJ.

Sesudah perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan Hari Orang Tua. Acara yang diadakan di ruang makan Kolsani ini diisi dengan perkenalan anggota rumah Kolsani oleh Rektor Kolsani, persembahan lagu para Lektor-Akolit, kuis dan doorprize bagi hadirin, perkenalan anggota keluarga oleh masing-masing frater dan bruder, penjelasan umum mengenai Provinsi oleh Socius Provinsial, dan diakhiri dengan santap malam bersama.

Kurang lebih ada 80 orang hadir menyemarakkan acara ini. Keluarga para frater dan bruder datang dari pelbagai daerah: Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, Ambarawa, Depok, Jakarta, Tangerang Selatan, Malang, hingga Bali. Semoga dengan pelantikan ini, para frater semakin diteguhkan dan dipersiapkan bagi pelayanan altar, dalam proses formasi calon imam. Proficiat. (Surya Awangga, SJ)

Rohani, No. 03, Tahun ke-63, Maret 2016

Daftar Isi:
2 Surga dan Es Krim
4 Menggagas Akhir Zaman
8 Eskatologi: Masa Depan dalam Kristus
11 Songsonglah Kematian dengan Gembira dan Penuh Kerelaan
15 Buddhisme Theravada Menggapai Keselamatan
18 Dari Realitas ke Harapan Masa Depan
21 Membangun Rumah bagi Allah
24 Keluarga dan Panggilan Membiara
28 Membuka Diri bagi Pengharapan dan Pemenuhan oleh Belas Kasih Allah
31 Katolik Jor-joran?
35 Mendoakan Kenangan Pribadi
38 Jiwaku, Tenangkanlah Dirimu
41 Evelyn Underhill: Jalan Mistik Menuju Allah
44 Temukan Senandung Hatimu
COVER ROHANI MARET 2016

Anda ingin berlangganan? Silakan menghubungi:
Telepon: (0274) 546811
Email: klik di sini

Sarasehan IHS: “Tangising Bangsa Tinindes: Wayang Wahyu sebagai Sarana Pewartaan”

Kolese St. Ignatius (Kolsani) kembali mengadakan sarasehan IHS. Acara berlangsung pada hari Minggu, 25 Oktober 2015 pukul 10.00-13.00 di Ruang Rekreasi Kolsani. Sarasehan kali ini mengangkat tema “Wayang Wahyu sebagai Sarana Pewartaan”. Dalam acara ini, komunitas Kolsani menggelar pementasan ‘Wayang Wahyu’ dengan dalang ‘Ki Bruder Stefanus Prihana SJ’. Bruder Prih – panggilan akrabnya – sendiri saat ini sedang menjalani masa kuliah di Jurusan ‘Seni Pedalangan’ di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Lakon yang dibawakan pada pentas kemarin berjudul “Tangising Bangsa Tinindes”.

Sarasehan dihadiri oleh 80 orang dari berbagai kalangan, di luar para niyogo, sinden, dan Kolsaniwan. Para peserta sarasehan berasal dari kalangan Prodiakon, anggota ‘Tim Pewartaan’ dan Lektor dari paroki Kotabaru, mahasiswa/i Fakultas Ilmu Pendidikan Agama Katolik (IPPAK) – USD, mahasiswa/i CRCS Universitas Gadjah Mada, mahasiswa/i dari Jurusan ‘Seni Pedalangan’ ISI Yogyakarta, dan beberapa pecinta seni wayang. Sejumlah Bruder Jesuit dan calon bruder juga turut hadir serta mendukung pementasan ‘Ki Bruder’.

Sarasehan langsung diawali dengan pentas wayang selama kurang lebih dua jam. Gelak tawa penonton sesekali terdengar saat guyonan tercetus dan diselipkan selama pementasan. Lakon serius yang bercerita tentang Nabi Musa tersebut memang digarap dengan apik oleh ‘Ki Bruder’.
Setelah selesai pementasan, selama 1 jam, sambil makan siang, penonton diajak untuk berdiskusi serta memberikan tanggapan. Apresiasi dan kesan positif banyak muncul, termasuk terhadap kemampuan ‘Ki Bruder’ sebagai dalang. Tiga peserta bule dan seorang mahasiswi ber-jilbab pun dengan terang-terangan mengungkapkan kekaguman mereka atas kepiawaian ‘Sang Dalang’. Selamat dan profisiat bagi “Ki Bruder”

Sebagai sebuah warisan seni budaya, terlebih Jawa, wayang dipandang dapat sangat membantu untuk menceritakan tentang kisah-kisah dalam Kitab Suci. Dengan lain kata, ‘Wayang Wahyu’ dapat dimaknai sebagai peluang yang baik untuk mewartakan Injil. Melalui ‘Wayang Wahyu’ pula, gagasan tentang hidup dan kerohanian Kristiani termasuk spiritualitas Ignasian dapat dihadirkan dalam bentuk yang ‘menarik’ serta ‘cair’. Singkat kata, ‘Wayang Wahyu’ dapat menjadi sarana bagi karya pewartaan, sebagai media yang memiliki kekuatan demi terbangunnya dialog yang komunikatif dan menggerakkan bagi berbagai kalangan.

Bagi paroki-paroki Jesuit, juga lembaga-lembaga karya lain, kalau mau menyelenggarakan sebuah kegiatan kultural, jangan ragu-ragu untuk menanggap ‘Ki Bruder’; dijamin ‘puas’!

Tahbisan Imam Serikat Yesus 2015

tahbisan 2015Hari Rabu, 29 Juli 2015 di Gereja St. Antonius Kotabaru, Yogyakarta, Uskup Agung Semarang, Mgr. Johannes Pujasumarta mentahbiskan 7 orang imam baru Serikat Jesus:

– Heribertus Heri Setyawan, S.J.
– Nikolas Kristiyanto, S.J.
– Ignatius Suryadi Prajitno, S.J.
– Yohanes Adrianto Dwi Mulyono, S.J.
– Aluisius Pramudya Daniswara, S.J.
– Rikhardus Sani Wibowo, S.J.
– Alexander Koko Siswijayanto, S.J.

Proficiat kepada para imam baru

Selamat Datang Teologan Baru

Minggu, 21 Juni 2015, komunitas Kolese Santo Ignatius (Kolsani) menerima sembilan orang frater dan satu orang bruder Jesuit. Kesembilan Frater tersebut baru saja menyelesaikan Tahun Orientasi Kerasulan (TOK) di berbagai daerah. Di Kolsani, mereka akan memulai studi teologi. Satu orang bruder yang baru saja merampungkan studi di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara akan bergabung di komunitas Kolsani untuk melanjutkan studi di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.