Kunjungan Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor

Rabu, 27 September 2017, Kolese St. Ignatius (Kolsani) mendapat kunjungan dari mahasiswa Program Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin, Kampus IV, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Rombongan berjumlah 27 orang, terdiri dari 25 mahasiswa dan 2 dosen pendamping. Mereka disambut oleh frater dan Romo komunitas Kolsani. Sebagai pembuka, rombongan diajak berkeliling rumah Kolsani dan Gereja St. Antonius Kotabaru.

Selanjutnya, mereka diperkenalkan dengan Perpustakaan Kolsani. Setelah itu, diadakan dialog antara mahasiswa dan frater Kolsani seputar paham tentang Kristianitas, pelayanan dan kehidupan para imam Katolik, hubungan Gereja dengan agama-agama non-Kristiani, dan pandangan Gereja mengenai budaya dan politik.

Terima kasih banyak atas kunjungannya. AMDG!

Sarasehan IHS: Karya di Papua

Sarasehan IHS - Karya SJ di Papua 1 Sarasehan IHS - Karya SJ di Papua 2

Kolese St. Ignatius kembali mengadakan sarasehan IHS. Acara berlangsung pada Minggu, 27 September 2015 pukul 10.00-13.00 di Ruang Rekreasi Kolsani. Sarasehan kali ini mengangkat tema “Karya di Papuaā€¯. Dalam acara ini, hadir tiga orang pembicara yaitu Fr. Ant. Eko Andriyanto SJ (Teologan tahun I, pernah menjalani Tahun Orientasi Kerasulan di Le Cocq d’Armandville tahun ajaran 2014/2015), Fr. Yustus E. Liem Pr (Teologan tahun I dari Keuskupan Merauke yang kini tinggal di Kolsani) dan Rm. H. Heri Setyawan SJ (pernah menjalani Tahun Orientasi Kerasulan di Le Cocq d’Armandville tahun ajaran 2009/2011). Sebagai moderator yaitu Fr. H. Angga Indraswara SJ.

Sarasehan IHS - Karya SJ di Papua 4 Sarasehan IHS - Karya SJ di Papua 3

Sarasehan dihadiri oleh kurang lebih 50 orang yang terdiri dari komunitas Kolsani, komunitas SJ di Yogyakarta, dan beberapa rekan-rekan Papua (kolega dari Frater maupun Romo SJ) yang tinggal di Yogyakarta. Dalam diskusi tersebut, Serikat Yesus di Indonesia serius dalam mengembangkan karya di Papua. Karya itu merupakan upaya untuk memberikan perhatian kepada masyarakat Papua. Tentu saja, perhatian yang diberikan haruslah membuat masyarakat Papua semakin berkembang, bukan hanya bagi diri masing-masing individunya tetapi juga untuk masyarakat Papua secara keseluruhan.