Wajah-wajah Baru di Kolsani

Rabu, 15 Juni lalu, Kolese St. Ignatius (Kolsani) menyambut kedatangan lima orang frater teologan baru. Mereka adalah Fr. Paulus Prabowo, Fr. Rafael Mathando Hinganaday, Fr. Fransiskus Kristino Mari Asisi, Fr. Benny Beatus Wetty, dan Fr. Hendricus Satya Wening Pambudi. Mereka berlima baru saja menyelesaikan Tahun Orientasi Kerasulan (TOK). Kini, ketiganya akan menjalani masa studi teologi di Kolsani. Selamat datang dan selamat berproses Fraters!

Berikut gambaran acara penyambutan sederhana kemarin:

Rohani, No. 04, Tahun ke-63, April 2016

Daftar Isi:
2 Nabi yang Jenaka
4 Apakah Imam dan Religius di Indonesia Bahagia?
8 Bahagia Karena Apa?
11 Bahagia itu Sederhana?
15 Menjadi Teman Sekaligus Penegak Kedisiplinan
18 Orang Tua: Teladan Berbelaskasih
21 Yudit: Singa Betina dari Yehuda
24 Kemiskinan Biara Bukan Tempat Simpan Pinjam
28 Jangan Rakus
31 Melihat Masa Depan dalam Mimpi dan Penglihatan
35 Manusia Terlibat dalam Hidup-Nya – Bagian I
38 Misteri Paskah Menurut Hans Urs von Balthasar
41 Evelyn Underhill: Hidup Mistik sebagai Seni
44 Telat Lima Menit
ROHANI APRIL 2016

Anda ingin berlangganan? Silakan menghubungi:
Telepon: (0274) 546811
Email: klik di sini

JCAP Major Superiors’ Assembly

JCAP MAJOR SUPERIORS’ ASSEMBLY diadakan di Sanata Dharma pada 18 – 22 Januari 2016. Mereka adalah Oh Indon (Kamboja), Thomas Benz (Mikronesia), Brian McCoy (Australia), Jose Channacherry (Myanmar), Yoshio Kajiyama (Jepang), Christina Kheng (Penasihat JCAP), Colin Tan (Malaysia-Singapore), Mark Raper (Presiden JCAP), Tata Cadiz (Staf JCAP), Danny Huang (Asisten Jenderal JCAP), Miguel Cruzado (Peru), Norris Seenivasan (Delegat Formasi), Tony Moreno (Filipina), Joaqim Sarmento (Timor Leste), Karen Goh (Staf JCAP), Pham Liem Thanh (Vietnam), John Chong (Korea), Eric Velandria (Socius JCAP), John Lee (Tiongkok), Jose Alberto Mesa (Kolombia, Sekretaris Pendidikan).

Pada 20 Januari, Kolsani berkesempatan menjamu makan malam para provinsial dan superior mayor di Asia Pasifik tersebut. Berikut foto-foto yang berhasil didokumentasikan:


Scholastics & Brothers in Formation Circle (SBC)

Pada tanggal 17-30 Desember 2015, diadakan workshop tentang Disaster Risk Reduction (DRR) di Filipina sebagai bagian dari program Scholastics & Brothers in Formation Circle (SBC). Acara diselenggarakan di Tacloban City-Provinsi Leyte, yang dua tahun lalu terkena bencana super Tayphoon Yolanda (Typhoon Haiyan). Setahun lalu (Januari 2015) Paus Fransiskus melakukan kunjungan ke Tacloban dan merayakan misa bersama umat, di tengah guyuran hujan. Selama workshop, kami menginap di Rumah Retret St. Elisabeth yang dikelola oleh para suster OSF.
Para peserta kegiatan berasal dari Indonesia (6 orang), Filipina (3 orang), Thailand (3 orang), Myanmar (4 orang), Korea (4 orang), Cina (1 orang), Timor Leste (1 orang), Vietnam (2 orang) dan Itali (1 orang). Acara ini difasilitasi oleh tim ESSC (Enviromental Science for Social Change) yang diketuai oleh P. Pedro Walpole, SJ.

Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pengertian dasar tentang DRR dan Protokol DRR Serikat Jesus, serta mengembangkan gagasan-gagasan bagaimana institusi-institusi Serikat Jesus di Asia Pasifik dapat berkontribusi lebih efektif dalam DRR. Karena itu dalam kegiatan ini para peserta diperkenalkan dengan Disaster Risk Reduction and Management (DRRM) provinsi Filipina dan protokol JCAP-DRRM. Selain itu, para peserta diajak untuk berjumpa dan melihat secara langsung penerapan DRR dan usaha untuk merespon persoalan bencana di daerah Tacloban City-Leyte, dua tahun pasca Typhoon Yolanda.

Angin Super Typhoon Yolanda pada 8 November 2013, dengan kecepatan 270-312 km/jam telah menewaskan sebanyak 6.300 jiwa penduduk Tacloban. Puing-puing kehancuran pun masih terlihat, meski sebagian besar sudah coba ditata ulang. Saat ini daerah itu masih dalam proses recovery pasca Typhoon Yolanda 2 tahun silam.

Berikut gambaran kegiatan selama acara berlangsung:

Perpisahan Karyawan Kolsani – Bpk. Paulus Panut Rajino

Senin, 30 November 2015, komunitas Kolese St. Ignatius (Kolsani) bersama seluruh karyawan mengadakan acara perpisahan dengan Bapak Paulus Panut Rajino yang telah purna tugas. Beliau adalah salah satu karyawan yang telah 33 tahun bekerja di Kolese St. Ignatius. Acara perpisahan diawali dengan Ekaristi bersama seluruh karyawan Kolsani. Dalam ekaristi yang dipimpin langsung oleh Rektor Kolsani, Rm. Andreas Sugijopranoto, Pak Paulus Panut Rajino berbagi pengalamannya bekerja di Kolsani. Beliau selalu berusaha mengerjakan kewajibannya dengan gembira dan sepenuh hati.

Banyak kesan baik yang disampaikan oleh beberapa anggota komunitas dan karyawan dalam acara perpisahan tersebut. Sosok Pak Paulus Panut Rajino dikenal sebagai pribadi yang selalu ceria, setia, dan tidak pernah mengeluh dalam melaksanakan setiap tugasnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama komunitas Kolsani.

Selamat menikmati hidup yang baru Pak Panut!