Kunjungan Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor

Rabu, 27 September 2017, Kolese St. Ignatius (Kolsani) mendapat kunjungan dari mahasiswa Program Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin, Kampus IV, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Rombongan berjumlah 27 orang, terdiri dari 25 mahasiswa dan 2 dosen pendamping. Mereka disambut oleh frater dan Romo komunitas Kolsani. Sebagai pembuka, rombongan diajak berkeliling rumah Kolsani dan Gereja St. Antonius Kotabaru.

Selanjutnya, mereka diperkenalkan dengan Perpustakaan Kolsani. Setelah itu, diadakan dialog antara mahasiswa dan frater Kolsani seputar paham tentang Kristianitas, pelayanan dan kehidupan para imam Katolik, hubungan Gereja dengan agama-agama non-Kristiani, dan pandangan Gereja mengenai budaya dan politik.

Terima kasih banyak atas kunjungannya. AMDG!

#KoBar Berkobar – Ekaristi Kaum Muda oleh Frater Bruder Kolsani

DSC_1187

Pada hari raya Pentakosta, 15 Mei 2016, para frater dan bruder Kolsani menjadi penyelenggara EKM di Gereja St. Antonius Kotabaru, Yogyakarta. Tema yang diusung ialah “Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu” dan hastag-nya #KoBar Berkobar. Yang dimaksudkan #KoBar Berkobar ialah kobaran para umat Gereja Kotabaru sebagaimana Roh Kudus hadir dan menggerakkan hati dan budi para murid Kristus pada peristiwa Pentakosta.

Bruder Prihana SJ dengan pakaian Jawa membacakan geguritan sebagai pra-liturgi. Sesuai geguritan, Romo In Nugroho SJ mulai memimpin Ekaristi. Ia mengundang dua orang muda menceritakan kegalauannya dan meneguhkan serta meyakinkan bahwa Allah turut hadir dalam setiap pergumulan hidup kaum muda. Puisi “Api HidupKu” yang dibingkai dengan instrumental piano dan flute lagu Bimbang (AADC) mengajak umat merasa-rasakan bagaimana orang menemukan lagi sumber kekuatan dalam dirinya.

DSC_1264

Sesudah doa pembuka, muncullah para penari yang memperagakan visualisasi datangnya Roh kudus dalam lidah-lidah api. Lilin Paskah diarak para penari dan dijunjung sebagai pralambang sukacita misteri Paska yang diakhiri pada Hari Raya Pentakosta ini. Tak, hanya itu. Muncul semburan api dari kiri dan kanan altar yang menambah hidup suasana. Dalam homili yang dibawakan Romo In Nugroho SJ, turut hadir Epsilandri, mahasiswi MM Sanata Dharma dan pegiat OMK. Ia menceritakan perjuangan sebagai satu-satunya orang Katolik di keluarganya dan pengalaman pengembangan diri melalui kegiatan kaum muda.

DSC_1269

Bacaan Kisah Para Rasul menceritakan bahwa para murid Tuhan dikaruniai roh untuk berkata-kata dalam bahasa lain. Menghargai aneka ragam bahasa di tanah air, doa umat pun dibacakan dalam bahasa Papua, Flores, Dayak, Batak, Sunda oleh para perwakilan kaum muda. Dentingan piano dan flute dibawakan secara merdu untuk mengiringi Subito Choir dalam tiap lagu yang dinyanyikan. Suasana EKM berdurasi 1,5 jam ini menjadi terasa sungguh hidup.

DSC_1305

Perayaan ini dimotori oleh para frater dan bruder Yesuit di Kolsani dan melibatkan aneka kelompok kaum muda. Maka, tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Romo Maharsono Probo SJ (Pastor Paroki), Romo In Nugroho SJ (selebran), paduan suara dari Subito Choir, Tim Tari, misdinar, prodiakon, bapak koster Gereja St. Antonius Kotabaru, dan segenap umat yang hadir. Sampai jumpa pada kesempatan berikutnya! AMDG (surya)

Sarasehan IHS: “Pergilah, Kobarkan Seluruh Dunia – KJ 35, d. 2, no. 25”

28 Februari - Misionaris
Pada hari Minggu, 28 Februari 2016, komunitas Kolese St. Ignatius mengadakan Sarasehan Ignatius House of Studies (IHS) yang bertemakan “Misi Provindo”. Pembicara dalam seminar ini adalah Rm. Albertus Eddy Anthony SJ dan fr. Adrianus Bonifasius Riswanto Putra, SJ. Rm. Albertus Eddy Anthony SJ membagikan pengalamannya sebagai misionaris di Yap, Micronesia. Sedangkan fr. Adrianus Bonifasius Riswanto Putra, SJ membagikan pengalaman mereka sebagai misionaris di Kamboja. Seminar yang diadakan di ruang Nyoman Oka ini bertujuan untuk membagikan pengalaman menjadi misionaris sehingga memperkaya pemahaman akan karya misi Provindo dan untuk memantik semangat misionaris dalam diri peserta seminar.

28 Feb - Misionaris
“Menjadi misionaris membutuhkan keberanian,” tutur Rm. Albertus Eddy Anthony SJ. Keberanian yang dimaksud adalah keberanian untuk mempelajari budaya setempat, termasuk bahasa. Dengan mampu berbahasa setempat, kehadiran misionaris akan lebih bisa bermakna bagi orang-orang yang dilayani. Selain itu, seorang misionaris juga dituntut untuk memiliki daya kreativitas dalam pelayanan. Di tengah persoalan-persoalan sosial yang dihadapi daya kreativitas sang misionaris dibutuhkan untuk mencari solusi atasnya. Misalnya, persoalan ekonomi, pendidikan, inkulturasi agama, dan lain sebagainya. Namun yang pasti para Jesuit diharapkan menjadi agen transformasi, tidak hanya dalam persoalan sosial, tetapi juga dalam hidup menggereja. Hal ini senada dengan ungkapan yang sudah sejak lama terdengar “masuk lewat pintu mereka, keluar lewat pintu kita”. AMDG.(win)

Tahbisan Diakon 2016

Komunitas Kolese St. Ignatius (Kolsani) mengucapkan rasa syukur karena 5 saudara kami telah ditahbiskan sebagai diakon di Kapel St. Paulus Seminari Tinggi Kentungan oleh Mgr. Blasius Pujaraharja (Uskup Emeritus Keuskupan Ketapang).

1. Diakon Arief Herdian Putra Tama, Simon (Tama)
2. Diakon Devantara, Peter Benedicto (Peter)
3. Diakon Dhimas Hardjuna, Antonius (Dhimas)
4. Diakon Hadian Panamokta, Gerardus (Okta)
5. Diakon Tuhu Jati Setya Adi, Ferdinandus (Ferdi)

Bersama mereka ada 4 frater MSF, 3 frater Keuskupan Agung Semarang, dan 1 OCD. Setelah Ekaristi, para diakon baru, keluarga mereka, dan anggota komunitas Kolsani mengadakan ramah tamah di refter Kolsani, sekaligus menyambut kedatangan Romo Minister Kolsani yang baru, Rm. Nico (Dominico Savio Oktariano) SJ. Acara makan siang bersama dihadiri keluarga para diakon, karyawan Kolsani, dan anggota Rumah Kolsani.

JCAP Major Superiors’ Assembly

JCAP MAJOR SUPERIORS’ ASSEMBLY diadakan di Sanata Dharma pada 18 – 22 Januari 2016. Mereka adalah Oh Indon (Kamboja), Thomas Benz (Mikronesia), Brian McCoy (Australia), Jose Channacherry (Myanmar), Yoshio Kajiyama (Jepang), Christina Kheng (Penasihat JCAP), Colin Tan (Malaysia-Singapore), Mark Raper (Presiden JCAP), Tata Cadiz (Staf JCAP), Danny Huang (Asisten Jenderal JCAP), Miguel Cruzado (Peru), Norris Seenivasan (Delegat Formasi), Tony Moreno (Filipina), Joaqim Sarmento (Timor Leste), Karen Goh (Staf JCAP), Pham Liem Thanh (Vietnam), John Chong (Korea), Eric Velandria (Socius JCAP), John Lee (Tiongkok), Jose Alberto Mesa (Kolombia, Sekretaris Pendidikan).

Pada 20 Januari, Kolsani berkesempatan menjamu makan malam para provinsial dan superior mayor di Asia Pasifik tersebut. Berikut foto-foto yang berhasil didokumentasikan:


Sarasehan IHS: Karya di Papua

Sarasehan IHS - Karya SJ di Papua 1 Sarasehan IHS - Karya SJ di Papua 2

Kolese St. Ignatius kembali mengadakan sarasehan IHS. Acara berlangsung pada Minggu, 27 September 2015 pukul 10.00-13.00 di Ruang Rekreasi Kolsani. Sarasehan kali ini mengangkat tema “Karya di Papua”. Dalam acara ini, hadir tiga orang pembicara yaitu Fr. Ant. Eko Andriyanto SJ (Teologan tahun I, pernah menjalani Tahun Orientasi Kerasulan di Le Cocq d’Armandville tahun ajaran 2014/2015), Fr. Yustus E. Liem Pr (Teologan tahun I dari Keuskupan Merauke yang kini tinggal di Kolsani) dan Rm. H. Heri Setyawan SJ (pernah menjalani Tahun Orientasi Kerasulan di Le Cocq d’Armandville tahun ajaran 2009/2011). Sebagai moderator yaitu Fr. H. Angga Indraswara SJ.

Sarasehan IHS - Karya SJ di Papua 4 Sarasehan IHS - Karya SJ di Papua 3

Sarasehan dihadiri oleh kurang lebih 50 orang yang terdiri dari komunitas Kolsani, komunitas SJ di Yogyakarta, dan beberapa rekan-rekan Papua (kolega dari Frater maupun Romo SJ) yang tinggal di Yogyakarta. Dalam diskusi tersebut, Serikat Yesus di Indonesia serius dalam mengembangkan karya di Papua. Karya itu merupakan upaya untuk memberikan perhatian kepada masyarakat Papua. Tentu saja, perhatian yang diberikan haruslah membuat masyarakat Papua semakin berkembang, bukan hanya bagi diri masing-masing individunya tetapi juga untuk masyarakat Papua secara keseluruhan.