Syukur atas Gelar Doktor Rektor Kolsani

Komunitas Kolese Santo Ignatius (Kolsani) menerima kabar gembira. Hari Senin, 11 Desember 2017 yang lalu, Rm. Andreas Sugijopranoto, SJ selaku Rektor Kolsani, telah mempertahankan disertasi S3 pada ujian tertutup yang diuji oleh tujuh penguji. Judul disertasinya adalah “Perilaku Deformasi Dinding Tembok pada Bangunan Rumah Sederhana (Non-Engineered Buildings) dengan PP-Band Prategang”. Ujian tertutup berlangsung selama 2,5 jam bersama para penguji, antara lain: Prof. lr. Yoyong Arfiadi, M.Eng., Ph.D, Dr.-Ing. lr. Djoko Sulistyo, Ashar Saputra, S.T., M.T., Ph.D., Dr.-Ing. lr. Andreas Triwiyono, Prof. lr. HRC. Priyosulistyo, M.Sc., Ph.D., lr. Suprapto Siswosukarto, Ph.D., dan Prof. Ir. Joko Sujono, M.Eng., Ph.D. Setelah ujian tertutup tersebut, Rm. Andre dinyatakan lulus dan memperoleh gelar doktor.

Sebagai ungkapan syukur atas gelar doktor yang diperoleh Rm. Andre, komunitas Kolsani mengadakan makan malam bersama pada hari Senin tersebut. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan ucapan terima kasih atas dukungan dari seluruh anggota komunitas. Beliau pun menyatakan bahwa tugas studi yang ia emban pertama-tama adalah wujud ketaatannya pada pembesar Serikat Yesus.

Proficiat Romo Andre, selamat melanjutkan karya yang dipercayakan oleh Serikat. Semoga inspirasi dari Romo Andre yang telah menyelesaikan studinya, dapat menjadi penyemangat bagi anggota komunitas lain yang masih studi. (wwn)

Perayaan Ulang Tahun Perkampungan Sosial Pingit ke-51

Dalam rangka perayaan ulang tahun Perkampungan Sosial Pingit (PSP) ke- 51 tanggal 28 Oktober 2017 yang lalu, para frater Jesuit yang dikoordinasi oleh Fr. Tino, SJ mengadakan syukuran bersama anak-anak binaan dan warga sekitar Pingit. Fr. Tino, SJ menyampaikan refleksi singkat tentang tema yang diangkat, yakni Berani Berkolaborasi untuk Melayani. Harapannya ke depan PSP menjadi tempat belajar dan bermain yang nyaman dan dapat menumbuhkembangkan anak-anak binaan. Saat ini ada sekitar 35 anak binaan. Untuk menghidupkan suasana belajar, maka mural balai bermain dicat ulang agar lebih indah.

Acara yang dihadiri oleh Rm. Adri, SJ selaku Ketua Yayasan Realino tersebut juga didukung oleh beberapa volunteer mahasiswa dari Teknik Sipil Atma Jaya, Vocasi Pariwisata UGM, dan IPPAK. Mereka secara rutin menemani anak-anak belajar setiap hari Senin dan Kamis.

Khusus untuk perayaan ulang tahun ini, mereka menemani anak-anak dalam tampilan gerak-lagu dan menari. Acara ditutup dengan makan malam bersama diiringi dengan tampilan-tampilan dari para frater dan volunteer. (wwn)

Kunjungan Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor

Rabu, 27 September 2017, Kolese St. Ignatius (Kolsani) mendapat kunjungan dari mahasiswa Program Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin, Kampus IV, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Rombongan berjumlah 27 orang, terdiri dari 25 mahasiswa dan 2 dosen pendamping. Mereka disambut oleh frater dan Romo komunitas Kolsani. Sebagai pembuka, rombongan diajak berkeliling rumah Kolsani dan Gereja St. Antonius Kotabaru.

Selanjutnya, mereka diperkenalkan dengan Perpustakaan Kolsani. Setelah itu, diadakan dialog antara mahasiswa dan frater Kolsani seputar paham tentang Kristianitas, pelayanan dan kehidupan para imam Katolik, hubungan Gereja dengan agama-agama non-Kristiani, dan pandangan Gereja mengenai budaya dan politik.

Terima kasih banyak atas kunjungannya. AMDG!

#KoBar Berkobar – Ekaristi Kaum Muda oleh Frater Bruder Kolsani

DSC_1187

Pada hari raya Pentakosta, 15 Mei 2016, para frater dan bruder Kolsani menjadi penyelenggara EKM di Gereja St. Antonius Kotabaru, Yogyakarta. Tema yang diusung ialah “Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu” dan hastag-nya #KoBar Berkobar. Yang dimaksudkan #KoBar Berkobar ialah kobaran para umat Gereja Kotabaru sebagaimana Roh Kudus hadir dan menggerakkan hati dan budi para murid Kristus pada peristiwa Pentakosta.

Bruder Prihana SJ dengan pakaian Jawa membacakan geguritan sebagai pra-liturgi. Sesuai geguritan, Romo In Nugroho SJ mulai memimpin Ekaristi. Ia mengundang dua orang muda menceritakan kegalauannya dan meneguhkan serta meyakinkan bahwa Allah turut hadir dalam setiap pergumulan hidup kaum muda. Puisi “Api HidupKu” yang dibingkai dengan instrumental piano dan flute lagu Bimbang (AADC) mengajak umat merasa-rasakan bagaimana orang menemukan lagi sumber kekuatan dalam dirinya.

DSC_1264

Sesudah doa pembuka, muncullah para penari yang memperagakan visualisasi datangnya Roh kudus dalam lidah-lidah api. Lilin Paskah diarak para penari dan dijunjung sebagai pralambang sukacita misteri Paska yang diakhiri pada Hari Raya Pentakosta ini. Tak, hanya itu. Muncul semburan api dari kiri dan kanan altar yang menambah hidup suasana. Dalam homili yang dibawakan Romo In Nugroho SJ, turut hadir Epsilandri, mahasiswi MM Sanata Dharma dan pegiat OMK. Ia menceritakan perjuangan sebagai satu-satunya orang Katolik di keluarganya dan pengalaman pengembangan diri melalui kegiatan kaum muda.

DSC_1269

Bacaan Kisah Para Rasul menceritakan bahwa para murid Tuhan dikaruniai roh untuk berkata-kata dalam bahasa lain. Menghargai aneka ragam bahasa di tanah air, doa umat pun dibacakan dalam bahasa Papua, Flores, Dayak, Batak, Sunda oleh para perwakilan kaum muda. Dentingan piano dan flute dibawakan secara merdu untuk mengiringi Subito Choir dalam tiap lagu yang dinyanyikan. Suasana EKM berdurasi 1,5 jam ini menjadi terasa sungguh hidup.

DSC_1305

Perayaan ini dimotori oleh para frater dan bruder Yesuit di Kolsani dan melibatkan aneka kelompok kaum muda. Maka, tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Romo Maharsono Probo SJ (Pastor Paroki), Romo In Nugroho SJ (selebran), paduan suara dari Subito Choir, Tim Tari, misdinar, prodiakon, bapak koster Gereja St. Antonius Kotabaru, dan segenap umat yang hadir. Sampai jumpa pada kesempatan berikutnya! AMDG (surya)

Sarasehan IHS: “Pergilah, Kobarkan Seluruh Dunia – KJ 35, d. 2, no. 25”

28 Februari - Misionaris
Pada hari Minggu, 28 Februari 2016, komunitas Kolese St. Ignatius mengadakan Sarasehan Ignatius House of Studies (IHS) yang bertemakan “Misi Provindo”. Pembicara dalam seminar ini adalah Rm. Albertus Eddy Anthony SJ dan fr. Adrianus Bonifasius Riswanto Putra, SJ. Rm. Albertus Eddy Anthony SJ membagikan pengalamannya sebagai misionaris di Yap, Micronesia. Sedangkan fr. Adrianus Bonifasius Riswanto Putra, SJ membagikan pengalaman mereka sebagai misionaris di Kamboja. Seminar yang diadakan di ruang Nyoman Oka ini bertujuan untuk membagikan pengalaman menjadi misionaris sehingga memperkaya pemahaman akan karya misi Provindo dan untuk memantik semangat misionaris dalam diri peserta seminar.

28 Feb - Misionaris
“Menjadi misionaris membutuhkan keberanian,” tutur Rm. Albertus Eddy Anthony SJ. Keberanian yang dimaksud adalah keberanian untuk mempelajari budaya setempat, termasuk bahasa. Dengan mampu berbahasa setempat, kehadiran misionaris akan lebih bisa bermakna bagi orang-orang yang dilayani. Selain itu, seorang misionaris juga dituntut untuk memiliki daya kreativitas dalam pelayanan. Di tengah persoalan-persoalan sosial yang dihadapi daya kreativitas sang misionaris dibutuhkan untuk mencari solusi atasnya. Misalnya, persoalan ekonomi, pendidikan, inkulturasi agama, dan lain sebagainya. Namun yang pasti para Jesuit diharapkan menjadi agen transformasi, tidak hanya dalam persoalan sosial, tetapi juga dalam hidup menggereja. Hal ini senada dengan ungkapan yang sudah sejak lama terdengar “masuk lewat pintu mereka, keluar lewat pintu kita”. AMDG.(win)

Tahbisan Diakon 2016

Komunitas Kolese St. Ignatius (Kolsani) mengucapkan rasa syukur karena 5 saudara kami telah ditahbiskan sebagai diakon di Kapel St. Paulus Seminari Tinggi Kentungan oleh Mgr. Blasius Pujaraharja (Uskup Emeritus Keuskupan Ketapang).

1. Diakon Arief Herdian Putra Tama, Simon (Tama)
2. Diakon Devantara, Peter Benedicto (Peter)
3. Diakon Dhimas Hardjuna, Antonius (Dhimas)
4. Diakon Hadian Panamokta, Gerardus (Okta)
5. Diakon Tuhu Jati Setya Adi, Ferdinandus (Ferdi)

Bersama mereka ada 4 frater MSF, 3 frater Keuskupan Agung Semarang, dan 1 OCD. Setelah Ekaristi, para diakon baru, keluarga mereka, dan anggota komunitas Kolsani mengadakan ramah tamah di refter Kolsani, sekaligus menyambut kedatangan Romo Minister Kolsani yang baru, Rm. Nico (Dominico Savio Oktariano) SJ. Acara makan siang bersama dihadiri keluarga para diakon, karyawan Kolsani, dan anggota Rumah Kolsani.