Sarasehan IHS: “Pergilah, Kobarkan Seluruh Dunia – KJ 35, d. 2, no. 25”

28 Februari - Misionaris
Pada hari Minggu, 28 Februari 2016, komunitas Kolese St. Ignatius mengadakan Sarasehan Ignatius House of Studies (IHS) yang bertemakan “Misi Provindo”. Pembicara dalam seminar ini adalah Rm. Albertus Eddy Anthony SJ dan fr. Adrianus Bonifasius Riswanto Putra, SJ. Rm. Albertus Eddy Anthony SJ membagikan pengalamannya sebagai misionaris di Yap, Micronesia. Sedangkan fr. Adrianus Bonifasius Riswanto Putra, SJ membagikan pengalaman mereka sebagai misionaris di Kamboja. Seminar yang diadakan di ruang Nyoman Oka ini bertujuan untuk membagikan pengalaman menjadi misionaris sehingga memperkaya pemahaman akan karya misi Provindo dan untuk memantik semangat misionaris dalam diri peserta seminar.

28 Feb - Misionaris
“Menjadi misionaris membutuhkan keberanian,” tutur Rm. Albertus Eddy Anthony SJ. Keberanian yang dimaksud adalah keberanian untuk mempelajari budaya setempat, termasuk bahasa. Dengan mampu berbahasa setempat, kehadiran misionaris akan lebih bisa bermakna bagi orang-orang yang dilayani. Selain itu, seorang misionaris juga dituntut untuk memiliki daya kreativitas dalam pelayanan. Di tengah persoalan-persoalan sosial yang dihadapi daya kreativitas sang misionaris dibutuhkan untuk mencari solusi atasnya. Misalnya, persoalan ekonomi, pendidikan, inkulturasi agama, dan lain sebagainya. Namun yang pasti para Jesuit diharapkan menjadi agen transformasi, tidak hanya dalam persoalan sosial, tetapi juga dalam hidup menggereja. Hal ini senada dengan ungkapan yang sudah sejak lama terdengar “masuk lewat pintu mereka, keluar lewat pintu kita”. AMDG.(win)

Tahbisan Diakon 2016

Komunitas Kolese St. Ignatius (Kolsani) mengucapkan rasa syukur karena 5 saudara kami telah ditahbiskan sebagai diakon di Kapel St. Paulus Seminari Tinggi Kentungan oleh Mgr. Blasius Pujaraharja (Uskup Emeritus Keuskupan Ketapang).

1. Diakon Arief Herdian Putra Tama, Simon (Tama)
2. Diakon Devantara, Peter Benedicto (Peter)
3. Diakon Dhimas Hardjuna, Antonius (Dhimas)
4. Diakon Hadian Panamokta, Gerardus (Okta)
5. Diakon Tuhu Jati Setya Adi, Ferdinandus (Ferdi)

Bersama mereka ada 4 frater MSF, 3 frater Keuskupan Agung Semarang, dan 1 OCD. Setelah Ekaristi, para diakon baru, keluarga mereka, dan anggota komunitas Kolsani mengadakan ramah tamah di refter Kolsani, sekaligus menyambut kedatangan Romo Minister Kolsani yang baru, Rm. Nico (Dominico Savio Oktariano) SJ. Acara makan siang bersama dihadiri keluarga para diakon, karyawan Kolsani, dan anggota Rumah Kolsani.

JCAP Major Superiors’ Assembly

JCAP MAJOR SUPERIORS’ ASSEMBLY diadakan di Sanata Dharma pada 18 – 22 Januari 2016. Mereka adalah Oh Indon (Kamboja), Thomas Benz (Mikronesia), Brian McCoy (Australia), Jose Channacherry (Myanmar), Yoshio Kajiyama (Jepang), Christina Kheng (Penasihat JCAP), Colin Tan (Malaysia-Singapore), Mark Raper (Presiden JCAP), Tata Cadiz (Staf JCAP), Danny Huang (Asisten Jenderal JCAP), Miguel Cruzado (Peru), Norris Seenivasan (Delegat Formasi), Tony Moreno (Filipina), Joaqim Sarmento (Timor Leste), Karen Goh (Staf JCAP), Pham Liem Thanh (Vietnam), John Chong (Korea), Eric Velandria (Socius JCAP), John Lee (Tiongkok), Jose Alberto Mesa (Kolombia, Sekretaris Pendidikan).

Pada 20 Januari, Kolsani berkesempatan menjamu makan malam para provinsial dan superior mayor di Asia Pasifik tersebut. Berikut foto-foto yang berhasil didokumentasikan:

Sarasehan IHS: Karya di Papua

Sarasehan IHS - Karya SJ di Papua 1 Sarasehan IHS - Karya SJ di Papua 2

Kolese St. Ignatius kembali mengadakan sarasehan IHS. Acara berlangsung pada Minggu, 27 September 2015 pukul 10.00-13.00 di Ruang Rekreasi Kolsani. Sarasehan kali ini mengangkat tema “Karya di Papua”. Dalam acara ini, hadir tiga orang pembicara yaitu Fr. Ant. Eko Andriyanto SJ (Teologan tahun I, pernah menjalani Tahun Orientasi Kerasulan di Le Cocq d’Armandville tahun ajaran 2014/2015), Fr. Yustus E. Liem Pr (Teologan tahun I dari Keuskupan Merauke yang kini tinggal di Kolsani) dan Rm. H. Heri Setyawan SJ (pernah menjalani Tahun Orientasi Kerasulan di Le Cocq d’Armandville tahun ajaran 2009/2011). Sebagai moderator yaitu Fr. H. Angga Indraswara SJ.

Sarasehan IHS - Karya SJ di Papua 4 Sarasehan IHS - Karya SJ di Papua 3

Sarasehan dihadiri oleh kurang lebih 50 orang yang terdiri dari komunitas Kolsani, komunitas SJ di Yogyakarta, dan beberapa rekan-rekan Papua (kolega dari Frater maupun Romo SJ) yang tinggal di Yogyakarta. Dalam diskusi tersebut, Serikat Yesus di Indonesia serius dalam mengembangkan karya di Papua. Karya itu merupakan upaya untuk memberikan perhatian kepada masyarakat Papua. Tentu saja, perhatian yang diberikan haruslah membuat masyarakat Papua semakin berkembang, bukan hanya bagi diri masing-masing individunya tetapi juga untuk masyarakat Papua secara keseluruhan.

Tahbisan Imam Serikat Yesus 2015

tahbisan 2015Hari Rabu, 29 Juli 2015 di Gereja St. Antonius Kotabaru, Yogyakarta, Uskup Agung Semarang, Mgr. Johannes Pujasumarta mentahbiskan 7 orang imam baru Serikat Jesus:

– Heribertus Heri Setyawan, S.J.
– Nikolas Kristiyanto, S.J.
– Ignatius Suryadi Prajitno, S.J.
– Yohanes Adrianto Dwi Mulyono, S.J.
– Aluisius Pramudya Daniswara, S.J.
– Rikhardus Sani Wibowo, S.J.
– Alexander Koko Siswijayanto, S.J.

Proficiat kepada para imam baru

Selamat Datang Teologan Baru

Minggu, 21 Juni 2015, komunitas Kolese Santo Ignatius (Kolsani) menerima sembilan orang frater dan satu orang bruder Jesuit. Kesembilan Frater tersebut baru saja menyelesaikan Tahun Orientasi Kerasulan (TOK) di berbagai daerah. Di Kolsani, mereka akan memulai studi teologi. Satu orang bruder yang baru saja merampungkan studi di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara akan bergabung di komunitas Kolsani untuk melanjutkan studi di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.