Sarasehan IHS: “Teolog-Teolog Abrahamik”

Minggu, 24 April 2016, komunitas St. Ignatius mengadakan seminar IHS yang berjudul “Teolog-Teolog Abrahamik”. Seminar ini dihadiri oleh anggota komunitas St. Ignatius dan 2 peserta kuliah seminar teolog-teolog yang diampu oleh Rm. JB. Heru Prakoso, SJ. Ada 3 teolog yang dipresentasikan pada seminar IHS bulan April ini, yaitu Adolf Von Harnack oleh fr. Imanuel Eko Anggun, SJ, Paul Tillich oleh fr. Angga Indraswara, SJ, dan Henri de Lubac oleh fr. Wahyu Dwi Anggoro, SJ. Jalannya presentasi dan diskusi dalam seminar ini dipandu oleh fr. Surya Awangga, SJ selaku moderator.

Presentasi diawali oleh fr. Imanuel Eko Anggun SJ yang memaparkan upaya Adolf Von Harnack dalam merefleksikan esensi kristianitas. Selanjutnya, fr. Angga Indraswara, SJ menyampaikan refleksi kristologis Paul Tillich atas keterasingan manusia yang mencari ada baru dalam Yesus Kristus. Dan terakhir, fr. Wahyu Dwi Anggoro, SJ menyampaikan gagasan Henri de Lubac tentang Gereja sebagai ‘ibu’.

Scholastics & Brothers in Formation Circle (SBC)

Pada tanggal 17-30 Desember 2015, diadakan workshop tentang Disaster Risk Reduction (DRR) di Filipina sebagai bagian dari program Scholastics & Brothers in Formation Circle (SBC). Acara diselenggarakan di Tacloban City-Provinsi Leyte, yang dua tahun lalu terkena bencana super Tayphoon Yolanda (Typhoon Haiyan). Setahun lalu (Januari 2015) Paus Fransiskus melakukan kunjungan ke Tacloban dan merayakan misa bersama umat, di tengah guyuran hujan. Selama workshop, kami menginap di Rumah Retret St. Elisabeth yang dikelola oleh para suster OSF.
Para peserta kegiatan berasal dari Indonesia (6 orang), Filipina (3 orang), Thailand (3 orang), Myanmar (4 orang), Korea (4 orang), Cina (1 orang), Timor Leste (1 orang), Vietnam (2 orang) dan Itali (1 orang). Acara ini difasilitasi oleh tim ESSC (Enviromental Science for Social Change) yang diketuai oleh P. Pedro Walpole, SJ.

Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pengertian dasar tentang DRR dan Protokol DRR Serikat Jesus, serta mengembangkan gagasan-gagasan bagaimana institusi-institusi Serikat Jesus di Asia Pasifik dapat berkontribusi lebih efektif dalam DRR. Karena itu dalam kegiatan ini para peserta diperkenalkan dengan Disaster Risk Reduction and Management (DRRM) provinsi Filipina dan protokol JCAP-DRRM. Selain itu, para peserta diajak untuk berjumpa dan melihat secara langsung penerapan DRR dan usaha untuk merespon persoalan bencana di daerah Tacloban City-Leyte, dua tahun pasca Typhoon Yolanda.

Angin Super Typhoon Yolanda pada 8 November 2013, dengan kecepatan 270-312 km/jam telah menewaskan sebanyak 6.300 jiwa penduduk Tacloban. Puing-puing kehancuran pun masih terlihat, meski sebagian besar sudah coba ditata ulang. Saat ini daerah itu masih dalam proses recovery pasca Typhoon Yolanda 2 tahun silam.

Berikut gambaran kegiatan selama acara berlangsung:

Sarasehan IHS: “Para Teolog Katolik & Non-Katolik Abad XIX-XX”

Minggu, 29 November kemarin, komunitas Kolese St. Ignatius (Kolsani) kembali mengadakan sarasehan IHS dengan mengangkat tema Para Teolog Katolik & Non-Katolik Abad XIX-XX. Sarasehan ini merupakan diskusi internal atas Hasil Studi Frater-frater Kolsani tentang Para Teolog Kristen dan Katolik. Acara diselenggarakan pada pukul 10.00-13.00. Romo dan Frater di komunitas Kolsani hadir dalam acara ini.

Berikut gambaran kegiatan sarasehan kemarin:

Selamat Datang Teologan Baru

Minggu, 21 Juni 2015, komunitas Kolese Santo Ignatius (Kolsani) menerima sembilan orang frater dan satu orang bruder Jesuit. Kesembilan Frater tersebut baru saja menyelesaikan Tahun Orientasi Kerasulan (TOK) di berbagai daerah. Di Kolsani, mereka akan memulai studi teologi. Satu orang bruder yang baru saja merampungkan studi di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara akan bergabung di komunitas Kolsani untuk melanjutkan studi di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Rohani, No. 06, Tahun ke-62, Juni 2015

Daftar Isi:

2 Juggernaut vs Ketinting
4 Menjadi Gereja yang Bergelimang Lumpur
8 Diyo Dou, Spiritualitas Owadaa, dan Emaawaa
11 Menabur Kasih di Bumi Mentawai
15 Bermisi, Jangan Lupa Sejarah
18 Bila Surga Ramai
21 Makna Rohani Lemah, Sakit, dan Mati
24 Tunjukkan Kebahagiaanmu!
28 Dialog Tanpa Putus antara Hidup Bakti dan Budaya
31 Umat Dayak Kenyah Mencari Dia
35 Doa Transformatif
38 Cinta Melampaui Hukum (Bagian Terakhir)
41 Hic et Nunc Merton
44 “Tak Semudah Merebus Mie”

cover-rohani-juni-2015

Anda ingin berlangganan? Silakan menghubungi:
Telepon: (0274) 546811
Email: klik di sini

Rohani, No. 05, Tahun ke-62, Mei 2015

Daftar Isi:

2 Jumeira
4 Mendambakan Gembala Blusukan
8 Blusukan: Simbol Kehadiran Gereja
11 Persaudaraan Manusiawi Sumber Dialog Nyata
15 Menjadi Pribadi Ekaristis Bersama Maria
18 Cerita Cinta Prajurit Muda Maria
21 Pandangan Kitab Daniel Mengenai Kemanusiaan dan Iman
24 Keluar dan Pergi ke Dunia
28 Panggilan Hidup Bakti dan Kemajemukan
31 Belajar Peduli di Paroki Erupsi
35 Enam Gambaran Mengenai Doa
38 Cinta Melampaui Hukum (Bagian Pertama)
41 Seni Merton Mencari Allah
44 Neta Mungil Berhati Manis

rohani-mei-2015

Anda ingin berlangganan? Silakan menghubungi:
Telepon: (0274) 546811
Email: klik di sini