Tahbisan Diakon 2013

barenganLima Jesuit muda (Frs. Andri Astanto, Devianto Fajar, Suryanto Hadi, Vico Christiawan, Windar Santosa) menerima tahbisan diakon bersama dengan para frater KAS (8 frs), Keuskupan Purwokerto (1), MSF (2), OCD (3), dan SS.CC (5) di Kapel Seminari Tinggi St. Paulus, Kentungan.

Ekaristi diselenggarakan pada Sabtu, 26 Januari 2013, dan dipimpin oleh Mgr. J. Pujasumarta, Pr. Pada Perayaan ekaristi Tahbisan Diakon 2013 ini mengambil tema “Lakukanlah yang Baik bagi Semua Orang”.

diakonPemaknaan logo Tahbisan diakon 2013 dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Roti-Lingkaran
Melambangkan Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan iman kristiani. Ekaristi menjadi sumber kekuatan untuk tugas pelayanan yang diberikan. Di dalam Perayaan Ekaristi terjadi perayaan kebersamaan dengan seluruh Gereja. Lingkaran melambangkan kesempurnaan seperti dalam sabda Yesus “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna” (Mat 5: 48).

2. Burung Merpati
Melambangkan Roh Kudus yang dicurahkan menjadi tanda penyertaan Allah dalam karya pelayanan yang dilakukan dan menjadi pelindung langkah dalam melakukan tugas pelayanan

3. Salib dengan Ujung Melengkung
Simbol langkah yang akan dijalani. Pelayanan yang dilaksanakan tidak selamanya berjalan lancar dan penuh rintangan. Salib diharapkan mampu menjadi pemacu untuk tetap menjalankan tugas pelayanan dengan sepenuh hati karena teladan Yesus Kristus yang mati di salib. Ujung melengkung melambangkan tongkat gembala yang menyimbolkan perutusan untuk menjadi gembala bagi umat beriman.

4. Stola Menyamping
Melambangkan derajat tahbisan diakon.

5. Kumpulan orang
Melambangkan orang-orang yang dilayani.

6. Kitab Suci
Merupakan sumber inspirasi dalam melaksanakan pelayanan. Kitab Suci juga menjadi dasar untuk mewartakan kabar gembira kepada orang-orang yang dilayani.

7. Tangan terbuka
Melambangkan karya dan tindakan pelayanan, siap bekerja untuk melayani, serta keterbukaan kepada setiap orang. Pelayanan ditujukan kepada siapa saja dengan semangat keterbukaan.

8. Tulisan “Lakukanlah yang Baik Bagi Semua Orang” (Rm 12: 17)
Merupakan spiritualitas yang hendak dihidupi. Keterbukaan terhadap semua orang ditunjukkan dengan kesanggupan untuk mengusahakan yang terbaik bagi semua orang.

Melalui logo ini kami hendak menyatakan bahwa kami siap mengabdi kepada Gereja dengan menimba kekuatan dari Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus melalui Perayaan Ekaristi yang menjadi kehadiran Allah. Melalui roti yang kami terima, pelayanan kami arahkan untuk menjadi gembala bagi orang-orang yang dipercayakan kepada kami. Kitab Suci menjadi sumber inspirasi dalam mewartakan kabar gembira seturut derajat tahbisan yang kami terima. Dengan bantuan Roh Kudus dan meneladan Yesus Kristus yang rela mati di kayu salib, kami hendak menjadi pelayan yang berusaha memberikan yang terbaik bagi semua orang.