Santapan Batin 1

Dari balik kaca jendela, dalam rumahnya yang hangat, seseorang melihat beberapa ekor burung yang terjebak dalam salju dan tak dapat bergerak karena terhimpit oleh kedinginan. Orang itu tergerak untuk membebaskan burung-burung tersebut. Ia pun berniat untuk membawa mereka ke kandang jerami yang hangat di belakang rumahnya. Maka ia segera ke luar dari rumahnya. Sayangnya, upaya dia untuk menggiring burung-burung itu ke tempat yang diharapkannya tak membawa hasil. Burung-burung itu malah ketakutan dan terpencar-pencar. Remah-remah roti yang ditaburkan untuk menarik perhatian burung-burung agar mau masuk ke kandang jerami juga tak berarti apa-apa. Orang itu lalu mengernyitkan dahinya, “Seandainya aku bisa menjadi burung dan berkomunikasi dengan burung-burung itu dalam bahasa mereka!” Orang itu pun akhirnya sampai pada kesadaran yang lebih jauh, “Aku sekarang menjadi paham mengapa ‘Hyang Ilahi’ mau merasuk busana yang ‘insani’.”