Santapan Batin 13

Di sebuah kota di negeri Cina, hiduplah seorang anak perempuan. Ia adalah murid sebuah sekolah menengah pertama di kotanya. Anak perempuan itu bukanlah anak dari keluarga kaya. Belum lama ini di suatu daerah dekat kotanya dibangun sebuah rumah untuk yatim piatu. Panti itu dibangun karena di sana merajalela infeksi HIV/AIDS akibat transfusi darah illegal. Hati anak perempuan itu tersentuh untuk menolong mereka yang menderita karena infeksi HIV itu. Lalu ia mulai memprakasai ini. Setiap hari ia rajin mengumpulkan botol-botol plastik. Kerap tampak, masih dengan seragam sekolah lengkap dengan dasinya. Anak perempuan itu pergi ke tempat-tempat pengumpulan sampah, dan mengambil botol-botol plastiknya. Setelah terkumpul dalam jumlah tertentu, anak perempuan itu menjual botol-botol plastik itu. Hasil penjualan kemudian ia tabung. Ia tidak peduli dengan cibiran teman-temannya, yang menjulukinya dengan nama “pemulung kecil”. Ibunya sering mengingatkannya untuk tidak terus sibuk mengumpulkan botol plastik. Ibunya juga menyuruh anak perempuan itu untuk membeli sesuatu untuk kesenangan dari hasil tabungannya. Namun anak perempuan itu menjawab, “Sebenarnya saya juga ingin mainan dan kaus kaki. Namun itu tidak terlalu penting buat saya. Sementara bagi anak-anak yatim itu, uang tabungan saya bisa membantu memberi makanan dan biaya sekolah.”

Dikutip dari Utusan Tahun ke-58, No. 4, 2008