Santapan Batin 17

Inilah sebuah pengalaman penyair Jerman, Rainer Maria Mike, ketika ia berada di Paris. Tiap pagi ia berjalan dengan temannya, melewati sebuah tempat di mana duduk seorang pengemis wanita. Teman Rilke sering memberi uang pada pengemis yang menadahkan tangannya itu. Sementara Rilke sendiri tidak pernah melakukannya. Suatu hari temannya bertanya, “Mengapa kamu tidak pernah memberi uang pada pengemis itu?” Jawab Rilke, “Kita mesti menghadiahi hatinya, bukan menghadiahi tangannya.” Beberapa hari kemudian, Rilke memberikan serangkai bunga mawar kepada pengemis itu. Dengan terharu pengemis itu mengangkat tangannya, menerima bunga tersebut, dan menciuminya. Lalu sambil membawa bunga indah itu, iapun pergi. Selama seminggu pengemis tadi tak terlihat di tempat biasanya ia duduk. Baru seminggu kemudian, ia terlihat lagi, duduk mengemis di sana. Teman Rilke bertanya, “Selama seminggu ini dengan apa kamu bisa hidup?” Pengemis menjawab, “Dengan bunga mawar itu…” Betapa hadiah bunga itu  berarti baginya sampai tanpa mengemis pun ia bisa mempertahankan hidupnya.

Dikutip dari Utusan Tahun ke-53, No. 03, 2004