Panggilan Menuju Ketaatan Kreatif

  1. Kepercayaan yang menandai ketaatan bersifat timbal balik. Para Yesuit menaruh kepercayaan kepada para pembesar mereka saat mereka taat; para pembesar menaruh kepercayaan kepada saudara-saudaranya pada saat mengutus mereka. Kepercayaan ini bertumpu pada penghargaan pembesar kepada Yesuit yang diutusnya sebagai seorang yang mengadakan penegasan; yakni, seorang yang mengusahakan keakraban dengan Tuhan lewat doa, menginginkan kebebasan dari kelekatan-kelekatan yang tak teratur, dan dengan demikian membuka dirinya pada bimbingan Roh dalam upaya terus-menerus untuk menemukan kehendak ilahi.
  2. Tuhan Yesus, Engkau mengutus Yesuit untuk masuk ke dalam dunia yang sedang berubah dengan cepat untuk membangun jembatan diantara iman dan pengetahuan insani, iman dan ilmu-ilmu modern dan antara iman dan perjuangan keadilan.
  3. Tuhan Yesus, Engkau mengutus Yesuit untuk mewartakan Kabar Gembira kepada “banyak orang miskin” yang tinggal di dunia saat ini, ke “tempat-tampat dimana orang lain tidak menginjak atau menemukan kesulitan mencapai ke sana”, ke tengah dunia yang meratap karena penuh dengari kekerasan, pertumpahan darah, kebencian dan prasangka buruk, kepada orang-orang yang berbeda tradisi-tradisi agama, budaya-budaya dan bangsa-bangsa untuk menyebarkan warta kasih persaudaraan, penghargaan timbal balik dan persaudaraan.
  4. Tuhan Yesus, Engkau telah mengutus Yesuit untuk tugas pembinaan kaum muda di dalam lembaga-lembaga pendidikan dan seminari-seminari supaya mereka mampu menghadapi dengan dewasa tantangan-tantangan yang dihadirkan budaya dan teknologi modern ke dalam hidup iman dan moral mereka.

Doa

Tuhan Yesus, Engkau telah memanggil kami untuk berjiarah bersama-Mu yang memanggul salib, ketempat-tempat “dimana orang lain tidak pergi atau menemukan kesulitan untuk pergi ke sana”. Tanamkanlah dalam diri kami semangat karisma” Discreta Caritas dan Magis” sedemian rupa sehingga kami selalu mampu terbuka, setia dan kreatif serta selalu siap sedia untuk mencintai dan mengabdi Engkau dalam segala hal. Kami lambungkan doa ini melalui perantaraan St lgnasius dan seluruh orang-orang kudusnya. Amin.
(Edward Mudavassery)