Yesuit di Ujung Batas Dunia Baru

  1. Seraya mengenang Pater Hieronimus Nadal, bersamanya Yesuit berseru: dunia adalah rumah Yesuit. Sebagaimana belum lama berselang Pater Kolvenbach mengungkapkannya: “hidup monastik yang menetap bukanlah milik Yesuit, karena Yesuit telah menerima seluruh dunia untuk menyampaikan kabar baik … Yesuit tidak menutup diri dalam sebuah biara. melainkan berada dalam dunia di antara umat manusia yang dicintai Allah, karena mereka ada di dunia”. Pria dan wanita adalah pusat keterlibatan Yesuit dalam dialog dan pewartaan karena perutusan Yesuit adalah perutusan Gereja, yaitu menemukan Yesus Kristus yang sebelumnya tidak disadari dan, menyatakan-Nya di mana sebelumnya tidak terlihat. Dengan kata lain, Yesuit berikhtiar “menemukan Allah dalam segala”, seraya mengikuti apa yang telah diungkapkan oleh Santo Ignatius kepada Yesuit dalam ‘Kontemplasi untuk mendapatkan Cinta’. Seluruh dunia menjadi arah perhatian dan keprihatinan Yesuit. (Bacaan KJ 35, D2: 23)
  2. Serikat Yesus adalah sebuah serikat universal dengan misi perutusan yang universal pula; akan tetapi serikat ini mengakui macam-macam perbedaan situasi. Yesuit berdoa semoga sebagai Yesuit mengakui perutusan yang menjangkau seluruh dunia, dan mengakui pula perbedaan situasi- situasi dan menjadi pelayan-pelayan bagi mereka yang sangat kekurangan.Dalam dunia globalisasi yang cepat ini, Yesuit mengemban tanggung jawab bersama untuk kesejahteraan seluruh dunia dan segala perkembangannya dalam cara yang aman dan membawa kehidupan. Yesuit berdoa semoga sebagai Yesuit kita mengakui tanggung jawab bersama ini baik dalam komunitas maupun dalam tugas pelayanan.
  3. Yesuit menyadari bahwa cara-cara hidup jaman modern memberi kesan-kesan yang aneka ragam dan terpotong-potong yang menandingi perhatian Yesuit. Mereka sering mengendalikan perasaan-perasaan dan keputusan tanpa sepengetahuan Yesuit. Mari berdoa kepada Tuhan supaya memperdalam cinta Yesuit kepada gambaran Allah yang satu lagi benar dan gambaran kemanusiaan yang benar dan untuk menyembuhkan ketakberdayaan sebagai pribadi-pribadi, komunitas-komunitas dan sebagai satu Tubuh apostolik.

Doa

Tuhan, dengan kelahiran Serikat, api baru telah bernyala di sebuah dunia yang sedang berubah. Sebuah bentuk hidup religius baru telah lahir karena prakarsa ilahi. Bantulah kami untuk mempertahankan supaya api ini terus berpijar sedemikian rupa sehingga menyulut api-api lain. Amin.

(George Pattery SJ)