Santapan Batin 22

Ada seorang miskin yang mempunyai keinginan kuat untuk menjadi orang kaya. Untuk mewujudkan mimpinya itu, dia mengambil pakaian dan segala perlengkapan lainnya, lalu pergi ke kota. Dia menjelajahi seluruh kota dan bertanya bagaimana caranya menjadi kaya. Tiba-tiba dia mendapati seseorang yang membawa banyak emas jatuh di selokan. Segera saja dia mengambil emas itu dan hendak melarikan diri. Namun, banyak orang yang berdiri di sekitar selokan itu segera menangkapnya. Salah seorang menghardik orang miskin itu, “Bagaimana mungkin kamu mau mengambil emas-emas itu dan melarikan diri padahal banyak orang sudah berkerumun di sana untuk menolong orang yang jatuh itu?” “Aku hanya melihat emas. aku tidak melihat orang banyak itu,” kata orang miskin tersebut.

Dikutip dari Rumanto, Y, Secangkir Teh, Yogyakarta, Penerbit Kanisius, 2007, hal. 165