Santapan Batin 32

Seekor burung gagak mencuri sepotong daging dan hinggap pada sebatang dahan pohon. Seekor anjing melihatnya dan timbul keinginannya untuk merebut daging itu dari si burung gagak. Ia memutar otaknya, mencari akal untuk memperoleh daging yang lezat itu. Ia lalu mendekati pohon tempat si burung gagak bertengger dan berkata kepadanya,”Dari semua burung yang ada di dunia ini, andalah burung yang terindah. Penampilanmu sangat sempurna dan bulu-bulumu indah berkilauan. Mestinya anda dijadikan raja dari semua burung. Dan kalau bisa dibuktikan bahwa suara anda dijadikan rajanya para burung.” Si burung gagak termakan dengan kata-kata sanjungan anjing itu, dan ingin membuktikan bahwa keindahan suaranya pun tidak perlu diragukan. Ketika membuka mulutnya untuk membuktikan bahwa tidak ada masalah dengan suaranya, jatuhlah daging itu dan segera direbut anjing. Sambil menikmati daging yang lezat itu, anjing berkata, “Burung gagak, kalau sekiranya anda mampu menilai diri anda, mestinya anda tak perlu melakukan sesuatu pun untuk menjadi raja.”

(Sumber: Fabel AESOP – terjemahan SP Morin) Dikutip dari Morin, Simon P., AMYAS Wisdom dari Negeri Cenderawasih, Jakarta, Penerbit Obor, 2007, hal. 216