Santapan Batin 33

Seorang laki-laki berjalan melalui sebuah hutan dan melihat seekor rubah yang kehilangan kakinya dan berpikir-pikir bagaimana ia hidup. Kemudian ia melihat seekor harimau dengan mangsa di mulutnya. Sang harimau mendapatkan isinya dan meninggalkan sisanya buat makanan rubah. Hari berikutnya Tuhan memberi makan rubah dengan perantaraan harimau yang sama. Orang itu mulai berpikir-pikir mengenai kebesaran Tuhan dan berkata pada dirinya sendiri, “Aku pun akan sekeedar beristirahat di pojokan dengan kepercayaan penuh kepada Tuhan da Ia akan mencukupiku dengan semua yang kubutuhkan.” Ia melakukan ini berhari-hari tetapi tak terjadi apa-apa, dan saat ia hampir berada di ambang kematian ia mendengar suara berkata, “o, engkau yang ada di jalan yang sesat, bukalah matamu pada kebenaran! Ikuti contoh sang harimau dan berhentilah meniru rubah yang tak berdaya itu.” (Sufi)

Dikutip dari Feldman, Christina dan Jack Kornfield, Membuka Kemungkinan-Kemungkinan, Jakarta, Yayasan Penerbit Karaniya, 2002, hal. 72