Santapan Batin 49

Jika seorang anak hidup dalam suasana penuh kritik, ia belajar untuk menyalahkan. Jika seorang anak hidup dalam permusuhan, ia belajar untuk berkelahi. Jika seorang anak hidup dalam ketakutan, ia belajar untuk gelisah. Jika seorang anak hidup dalam belas kasihan diri, ia belajar mudah memaafkan dirinya sendiri. Jika seorang anak hidup dalam ejekan, ia belajar untuk merasa malu. Jika seorang anak hidup dalam kecemburuan, ia belajar bagaimana iri hati. Jika seorang anak hidup dalam rasa malu, ia belajar untuk merasa bersalah. Jika seorang anak hidup dalam semangat jiwa besar, ia belajar untuk percaya diri. Jika seorang anak hidup dalam menghargai orang lain, ia belajar setia dan sabar. Jika seorang anak hidupnya diterima apa adanya, ia belajar untuk mencintai. Jika seorang anak hidup dalam suasana rukun, ia belajar untuk mencintai dirinya sendiri. Jika seorang anak hidupnya dimengerti, ia belajar bahwa sangat baik untuk mempunyai cita-cita. Jika seorang anak hidup dalam suasana adil, ia belajar akan kemurahan hati. (J. Drost, SJ)

Dikutip dari Basis, No. 01-02 Tahun ke-47, 1998