Santapan Batin 64

Kisah tentang seorang gembala dan seorang pemburu. Pada jaman Tiongkok kuno, terdapat seorang gembala domba yang memiliki tetangga seorang pemburu. Pemburu ini memiliki anjing-anjing ganas yang seringkali meloncati pagar gembala ini dan mengejar domba-domba miliknya. Beberapa kali sang gembala ini mengingatkan tetangganya ini tentang dombanya namun selalu tidak dihiraukan. Sampai suatu hari anjing pemburu tersebut kembali melompati pagar dan melukai beberapa domba sang gembala tersebut. Kesal dan marah atas kejadian ini, sang gembala langsung pergi ke kota untuk menemui hakim demi menuntut keadilan. Hakim mendengarkan seluruh cerita keluh kesah si gembala. Lalu hakim tersebut berkata, “saya bisa saja menghukum pemburu tersebut dan memerintahkan dia untuk mengurung dan merantai anjing-anjing miliknya. Akan tetapi kamu akan kehilangan seorang teman dan mendapatkan seorang musuh. Apakah kamu ingin memiliki tetangga yang adalah teman atau musuh?” Mendengar pernyataan hakim, sang gembala kemudian merenung sesaat dan menjawab dengan hati-hati, “saya tentu memilih memiliki teman. Tetapi bagaimana caranya agar saya tetap memiliki teman dan saya tidak terus dirugikan?” “Baik saya akan memberikan sebuah solusi yang dapat kamu jalankan sepulang dari tempat ini.” jawab sang hakim. Mendengar solusi yang diberikan oleh hakim tersebut, sang gembala pun setuju dan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, sang gembala langsung memilih 3 ekor domba terbaik yang dimilikinya dan diberikan kepada 3 anak lelaki tetangganya itu. Anak-anak tersebut sangat bersukacita dengan pemberian ini dan mulai bermain bersama domba barunya. Sang pemburu demi melindungi peliharaan baru anaknya itu, maka ia mulai mengurung anjing-anjing pemburunya. Sejak saat itu sang gembala tidak pernah diganggu lagi oleh anjing-anjing buas si pemburu. Di samping itu, demi menunjukkan rasa terima kasihnya kepada sang gembala atas pemberiannya, sang pemburu sering membagikan hasil buruannya kepada sang gembala. Karena merasa senang dengan sikap baik tetangganya, sang gembala pun sering membagikan susu, keju dan wol dari hasil ternaknya. Sang gembala dan pemburu pun menjadi teman yang lebih dekat dan baik dari sebelumnya. Mereka menjadi sepasang sahabat.