Santapan Batin 74

Profesor filsafat mengajar mahasiswanya bagaimana peranan logika dalam cara berpikir: “Seandainya dua orang keluar daro cerobong asap; yang satu bersih dan yang lainnya kotor. Siapakah diantara mereka yang perlu mandi?” Mahasiswanya menjawab, “Tentu yang kotor!”. Profesor menjawab, “Ingat, jika yang bersih melihat yang kotor, maka akan berlaku pula sebaliknya. Nah sekarang siapa yang perlu mandi?” Mahasiswa yang lain menjawab, “Ketika yang bersih melihat temannya kotor, lalu menyimpulkan bahwa dirinya juga kotor. Maka dia pun mandi. Apakah jawaban saya benar?” Profesor menyanggah, “Sama sekali salah semua. Logika mengajarkan, apabila dua orang pekerja masuk ke dalam satu cerobong asap, bagaimana mungkin yang satu kotor sedangkan yang lain bersih? Tentulah kedua-duanya kotor!”.