Santapan Batin 100

Daging rusa buruan telah digoreng untuk santapan raja yang adil dan bijaksana. Namun mereka tak punya garam. Seorang hamba disuruh ke kampung terdekat untuk membeli garam dan baginda berpesan, “Bayarlah garam yang kau peroleh, jangan sampai timbul kebiasaan buruk yang membuat desa bisa runtuh.” “Kerugian apa, Paduka? ‘Kan hanya garam saja, apakah mungkin dapat meruntuhkan desa?” tanya si hamba dengan menyembah. Raja menjawab, “Dalih untuk di dunia itu kecil. Namun, siapa yang dapat menghilangkan dalih itu sehingga tidak akan menjadi besar dan merambat? Jika seorang raja mengambil begitu saja sebuah apel dari kebun milik seseorang, maka para pengikutnya akan ikut mencabut pohon itu sampai ke akar-akarnya. Demi sebutir telur, yang dipertahankan raja dengan paksa, maka prajurit-prajuritnya akan merampas sejuta unggas di kolam air!”

Dikutip dari Hiro Tugiman, 101 Pernik Kehidupan, Yogyakarta, Penerbit Kanisius, 1996, hal. 154.