Santapan Batin 101

Kedua binatang, kelinci dan macan, bersahabat di hutan. Sebagai sahabat, mereka biasa bercanda dan tidak jarang pula saling mengejek. Pada suatu saat, ada pemburu akan menangkap mereka. Kelinci merasa kemampuannya tak seberapa untuk bersembunyi di antara semak-semak agar pemburu tidak melihatnya. Sebaliknya, macan yang terlalu yakin akan kemampuannya menghadang pemburu dengan taring dan kuku-kukunya. Terjadilah pergumulan antara macan dan pemburu. Hasilnya pemburu dengan luka parah lari meninggalkan macan, namun ketiga kaki macan patah dan lumpuh. Setelah keadaan aman kedua binatang bertemu dan macan menegur kelinci, “Kelinci, ternyata kamu pengecut!”. “Lebih baik menyadari kelemahan daripada sombong tetapi akhirnya celaka,” jawab kelinci.

Dikutip dari HiroTugiman, 101 Pernik Kehidupan, Yogyakarta, Penerbit Kanisius, 1996, hal. 171-172.