Santapan Batin 102

Seorang kaya dan terhormat yang sangat membanggakan halaman rumahnya yang berumput indah, sangat kecewa melihat alang-alang tumbh dengan suburnya. Semua usaha telah ditempuh untuk memusnahkan alang-alang itu, namun tetap saja merajalela. Karena putus asa, ia menulis surat kepada ahli pertamanan. Ia menjelaskan secara detil usaha yang telah dilakukan untuk memusnahkan alang-alang tersebut, dan diakhiri dengan pertanyaan, “Apa yang harus saya lakukan?” Tidak lama kemudian, datanglah balasan surat yang isinya, “Kami menganjurkan agar Tuan menyenangi alang-alang itu.”

Dikutip dari Hiro Tugiman, 101 Pernik Kehidupan, Yogyakarta, Penerbit Kanisius, 1996, hal. 186.