Tertusuk Panah Cinta

Bukalah Hatiku dengan Hati-Mu

Ya Yesus, hatiku bagaikan pintu yang rapat tertutup
Tak henti-hentinya Engkau mengetuk hatiku, tapi tak juga aku membukakannya bagi-Mu
Ketika aku sadar, dan ingin membuka pintu itu, tak dapat lagi aku menemukan kuncinya
Terlalu lama aku menutup hatiku, sampai aku kehilangan kunci pintu hatiku sendiri
hingga tak dapat lagi aku membukanya
Tiba-tiba Kau datang, dan berkata, “Kunci hatimu akan kembali kau temukan
jika kau percaya akan sesuatu yang lebih luas daripada kepicikan, kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutanmu”
Apakah kunci itu ya Yesus, kecuali percaya akan hati-Mu sendiri?
Ya, Hati Yesus yang Mahakudus,
bukalah kepicikanku dengan kelegaan-Mu
Kegelisahanku dengan penghiburan-Mu
Kekhawatiranku dengan kepastian-Mu
ketakutanku dengan kebangkitan-Mu
Ya, Hati Yesus bukalah hatiku dengan hati-Mu

Tuhan ingin mencuri hati manusia. Alangkah indahnya bila kita pernah membiarkan Dia mencuri hati kita. Di sana kita akan mengalami, betapa Tuhan adalah kekasih kita. Karena itu kita membiarkan Dia menyingkapkan dada kita, dan menusukkan panah cinta-Nya ke dalam hati kita. Semoga dengan cinta kita akan Hati Kudus Yesus, kita pernah mengalami, hati kita ditusuk oleh panah cinta-Nya. (G.P. Sindhunata)

Dikutip dari Utusan, No. 04 Tahun ke-62, 2012