EYM: Agents of Change (?)

Pada hari Minggu, 23 November 2014, Kolese St. Ignatius (Kolsani) kembali bekerjasama dengan Eucharistic Youth Movement (EYM) Indonesia untuk menyelenggarakan sarasehan.

Berbeda dengan sarasehan biasanya, kali ini sarasehan dikemas dalam suasana Ekaristi Kaum Muda (EKM), mengingat sasaran peserta acara ini adalah memang anak muda. Ekaristi kali ini menjadi kelanjutan dari EKM yang dulu pernah berlangsung di bulan April. Ekaristi mengangkat tema “Agents of Change (?)”. Peserta yang hadir berjumlah 117 orang, terdiri dari siswa SMP dan SMA baik dari sekolah negeri maupun swasta.

Seperti pada ekaristi sebelum Ekaristi dimulai, dua orang MC kocak dari pengurus EYM Indonesia menyapa para peserta yang hadir. Peserta juga dilatih dengan gerakan dari jingle EYM yang berjudul “O Hati yang Merindu” yang telah diaransemen oleh band pengiring dari Kolese De Britto. Setelah suasana mencair, barulah Ekaristi dimulai, dipimpin oleh Romo Andreas Sugijopranoto, SJ dan Romo Mutiara Andalas, SJ.

Usai Liturgi Pembuka dan Liturgi Sabda, homili dalam Ekaristi dijadikan sebagai sarana diskusiantar peserta. Diskusi mengangkat bahan tentang realitas kemiskinan yang terjadi di sekeliling kita. Peserta diajak untuk melihat penyebab kemiskinan dari tiga macam sudut pandang yaitu kemiskinan struktural, natural, dan kultural. Sebelum anak-anak dibagi dalam kelompok-kelompok kecil, Romo Andreas Sugijopranoto, SJ memberikan pengantar mengenai kemiskinan yang terjadi di sekitar kita. Peserta dibagi menjadi 6 kelompok, yang terdiri dari 10-15 orang. Mereka diminta untuk mengidentifikasi, mengklarifikasikan, dan berdiskusi tentang kemiskinan dari berita di surat kabar yang telah disediakan oleh panitia. Dalam kelompok tersebut, peserta didampingi oleh fasilitator dan para frater Yesuit. Sharing dalam kelompok kecil berlangsung kurang lebih 30 menit. Nampaknya waktu yang diberikan panitia dirasa kurang, anak-anak sangat antusias dalam menyampaikan pendapat tentang pikiran mereka. Setelah itu, masing-masing perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.

Usai presentasi, Ibu Ovik sebagai salah satu pengurus EYM Indonesia menutup diskusi dengan ajakan untuk tidak hanya berhenti pada pengetahuan tentang kemiskinan saja. Dalam diskusi kemarin, beliau meminta pelajar Katolik yang hadir dalam acara kemarin agar berani menjadi agen perubahan. Tindakan nyata untuk perubahan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti tidak terlambat datang ke sekolah, tidak malu bertanya dan berpendapat, kritis terhadap situasi, dsb. Konsistensi melakukan hal-hal kecil tersebut diharapkan dapat membawa dampak yang besar bagi perubahan di sekitar kita. Setelah sharing, Ekaristi dilanjutkan kembali. Selesai Ekaristi, acara selanjutnya adalah makan siang. Sambil menikmati santap siang, peserta nampak membaur satu sama lain. Keseruan lain terjadi saat acara penutup, yaitu foto bersama. Semoga ke depannya, Kolsani bersama dengan EYM Indonesia dapat kembali bekerjasama mengadakan acara serupa!

Berikut suasana sarasehan IHS yang diselenggarakan pada Minggu, 23 November 2014 lalu.

Diskusi-dalam-kelompok Diskusi-dengan-narasumber

Diskusi-kelompok Diskusi-kelompok-kecil

Gerakan-jingle-EYM Jingle-EYM

Jingle-EYM-sbg-penutup-acara Komuni

Liturgi-pembukaan Liturgi-sabda

Makan-siang MC

Mencari-artikel-kemiskinan Orientasi-acara

Pengantar-diskusi Penyambutan-kedatangan-peserta

Penyambutan-peserta Perkenalan

Perkenalan-dlm-tiap-kelompok Persiapan

Presentasi-tiap-kelompok Sharing-masing-kelompok

Foto-bersama